Beranda Halmahera Utara 73 Tahun Indonesia Merdeka, Loloda Utara Menggapai Mimpi Menikmati Akses Jalan

73 Tahun Indonesia Merdeka, Loloda Utara Menggapai Mimpi Menikmati Akses Jalan

1261
0
BAGIKAN

TOBELO – Warga Loloda Utara tengah bergembira dalam balutan suasana memperingati kemerdekaan ke 73. Pasalnya, 1 sampai dengan 2 tahun kedepan, mereka sudah bisa menikmati akses jalan, yang sudah lama “terkungkung” hanya dalam mimpi-mimpi indah masyarakat

Tidak Tertib ASN di Tegur Kasdim

Jalan sepanjang 94.738 km, mulai dari desa Salimuli (Galela Utara) sampai dengan dengan desa Apulea (Loloda Utara), oleh pemerintah daerah kabupaten Halmahera Utara, beberapa waktu lalu (06/08) telah dilakukan pancangan pertanda dimulainya pekerjaan jalan tersebut.

Berbagai reaksi positif muncul, ditunjukan masyarakat sekitar kepada pemerintah daerah, yang telah menjawab mimpi-mimpi mereka di saat memperingati 73 tahun kemerdekaan Indonesia.

Heret Sambode dan Gideon Pumadada, dua orang warga desa Asmiro tersebut kepada media ini, mengungkapkan rasa terima kasih warga kepada pemerintah daerah, yang sudah memfasilitasi mewujudkan mimpi lama warga.

“Sangat luar biasa, pemda bisa melihat kondisi warga. Akses jalan adalah infrastruktur yang sangat kami butuhkan. Ini adalah kado terindah bagi kami warga Loloda Utara, terima kasih Pemda”, kata Heret yang juga diamini oleh Gideon seraya menambahkan ucapan rasa bangga mereka kepada Bupati Halmahera Utara, Ir. Frans Manery.

Terpisah, pensehat Forum Angkatan Muda Loloda (FAMUL), Berty Sikawi ketika dimintai pendapat soal pembangunan jalan Salimuli sampai dengan Apulea mengatakan, inilah yang diharapkan warga.

Menurut dia, akses jalan yang terbuka, dengan sendirinya dapat memudahkan masyarakat Loloda Utara keluar dari ketertinggalan. Lanjut dia, Loloda sehat, pintar dan maju akhirnya bisa digapai.

“Begini kawan-kawan wartawan, kita jangan dulu bicara Loloda pintar, Loloda sehat dan Loloda maju, kalau akses jalan belum terbuka. Bagaimana mau bicara pintar, kalau guru yang mengabdikan diri saja tidak mau mengabdi karena terhalang akses jalan. Tidak salah bagi mereka, Loloda sekarang ini hanya memanfaatkan akses transpotasi laut. Kalau orang tuanya, keluarganya sakit parah, sementara kondisi laut yang tidak memungkinkan untuk dilayari, maka mereka tidak akan bisa menjenguk. Itulah kenapa, sangat jarang guru yang bersedia ditempatkan di sini. Bagaimana Loloda bisa pintar”, kata Berty menjelaskan dengan senyuman dan guyonan. Sama halnya dengan guru, tenaga medis pun demikian menurut dia.

Lebih jauh Berty berharap, dengan terbukanya akses jalan, masyarakat dapat melebarkan sayap usahanya guna menggapai ekonomi yang lebih maju.

“Di sana terkenal dengan hasil pertanian dan perikanan, yang hasilnya masih sebatas konsumsi. Persoalan produksi lebih untuk menambah penghasilan, sangat sukar. Kalau akses jalan terbuka, sangat dimunkinkan sekali, masyarakat dapat menambah pundi-pundi penghasilan bagi peningkatan ekonomi mereka”, harap dia.

Mereview kembali, jalan Salimuli-Apulea menelan anggaran 293.165.329.000, yang bersumber dari APBD Halmahera Utara, yang pekerjaannya di bagi dalam 3 segmen, dengan sistem pembayarannya dilakukan selama 3 tahun anggaran, tahun 2018 sampai dengan 2020. (Enol)