Beranda Halmahera Utara Pembunuhan di Desa Katana, Gegerkan Warga Tobelo

Pembunuhan di Desa Katana, Gegerkan Warga Tobelo

1295
0
BAGIKAN

TOBELO – Kabar menghebohkan datang dari desa Katana, kecamatan Tobelo Timur. Pasalnya, terjadi tindakan penganiayaan yang berujung pada hilangnya nyawa salah seorang warga desa tersebut, terjadi pada Minggu (19/08) malam kemarin.

Informasi yang dihimpun lewat bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Utara menyebutkan, salah satu warga yang berinisial EK alias SON (42 tahun), tega menghabisi Heng Masnandifo (46 tahun) yang juga adalah kawan dekatnya, dengan sebilah parang.

Kronologis kejadian seperti yang dituturkan oleh kakak korban Adriana Masnandifo (saksi) menjelaskan, dia dan suaminya awalnya sudah dalam keadaan tertidur pulas.

Tengah asik tertidur, dirinya (Adriana) dikagetkan dengan suara bunyi yang menyerupai benturan benda tumpul. Kaget dengan hal tersebut, Adriana coba mengecek langsung ke luar kamar.

Sampai di depan pintu kamar, Adriana di buat kaget, ketika secara langsung dirinya melihat, parang milik SON berulang-ulang diayunkan dan mengenai tubuh dari Heng Masnandifo (kakaknya).

Sontak merasa kaget perbuatannya diketahui adik korban, SON lalu mengarahkan ancamannya kepada Adriana. Tanpa pikir panjang lagi, Adriana pun coba menyelamatkan diri sambil berteriak minta tolong ke para tetangga.

Berbeda dengan Adriana Masnandifo, dalam penjelasannya, saudara ipar korban, Apolos Mako-Makoro (saksi) menjelaskan, sedari awal dirinya mengetahui kedatangan pelaku yakni, sekitar pukul 23:00 WIT.

Menurut Apolos, kedatangan pelaku untuk menemui korban, karena korban sudah tertidur pulas, tanpa berbicara lebih pelaku pun langsung masuk ke dalam kamar korban dengan mengambil sebuah parang.

Melihat pelaku mengambil parang, tanpa menunggu aba-aba lagi Apolos lari tunggang-langgang dengan memanjat guna menyelamatkan diri.

Atas kejadian tersebut, gabungan tim Polres Halut bersama Kapolsek Tobelo Selatan tiba di lokasi kejadian pada pukul 01:15 WIT, lalu mengevakuasi korban yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Sementara tersangka SON sendiri, baru bisa dievakuasi, keluar dari desa Katana pada pukul 03:50 WIT, mengingat keluarga dan kerabat korban selain masih dalam keadaan berdukacita, juga penuh dengan luapan emosi.

Sampai bertita ini diturunkan, belum ada keteragan resmi dari Polres Halmahera Utara terkait motif pelaku menghabisi nyawa korban. Mengingat, hubungan pelaku dan korban selain sama-sama berprofesi sebagai petani, juga di kenal mempunyai hubungan yang cukup dekat alias baik. (Enol)