Beranda Maluku Utara Forum Kerukunan Umat Beragama dan GP Ansor deklarasi #2019KITATETAPBASUDARA

Forum Kerukunan Umat Beragama dan GP Ansor deklarasi #2019KITATETAPBASUDARA

364
0
BAGIKAN

TERNATE – Maraknya aksi tagar dua ribu sembilan belas ganti presiden,  pada pemilihan presiden 2019 mendatang, oleh kelompok masyarakat semakin santer disuarakan, namun berbeda di Ternate Maluku Utara, Forum Kerukunan Ummat Beragama bersama Barisan Ansor Serbaguna Nahdatul Ulama atau GP Ansor, Selasa sore 4/09/18 mendeklarasikan diri #2019KITATETAPBASUDARA.

Deklarasi #2019KITATETAPBASUDARA yang dilakukan di restaurant Floridas, Kelurahan Ngade, Kecamatan Kota Teranate Selatan itu dihadiri oleh organisasi Islam GP Ansor dan perwakilan lima tokoh agama yakni, agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Katolik.

Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama, Adnan Mahmud kepada sejumlah awak media usai mendeklarasikan diri #2019KITATETAPBASUDARA mengatakan, “Kepentingan kita hanya kedamaian di bumi Maluku Utara, siapa pun yang menjadi presidennya, tetapi kalau istilah #2019GANTIPRESIDEN itu ada yang sengaja disembunyikan, kenapa tidak saja dibuat dua ribu sembilan belas Prabowo Presidenku atau dua ribu sembilan belas Joko Widodo presidenku, kan sudah jelas yang bertarung nanti dua pasangan calon, harus itu yang dikampanyekan dengan terang-terangan kepada masyarakat, kalau memunculkan isu yang multitafsir ini, ganti presiden artinya mengganti sistem, untuk itu masyarakat jangan disuguhi sesuatu yang membingungkan tetapi memberikan pencerahan”, ungkap Adnan.

Selain itu, Yanis, tokoh Agama Kristen menyampaikan, “Kami sebagai tokoh agama terus mengajak masyarakat di gereja kita masing-masing bahkan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga perdamaian, jadi ada orang dari luar datang dan kemudian dia mau mengacaukan kita yang sudah aman, kita yang sudah punya persaudaraan ini, karena masyarakat Maluku Utara sudah cukup merasakan penderitaan bukan hanya satu pihak tetapi kita semua meraskan penderitaan, jadi supaya lebih aman mari kita bergandengan tangan dengan seluruh elemen untuk menolak perbuatan yang memecah belah persaudaraan kita”, cetusnya.

Sementara itu, mengetahui poin-poin deklarasi #2019KITATETAPBASUDARA diantaranya, Menolak dan mengutuk seluruh aktifitas propaganda dan gerakan perang tagar di NKRI terutama Provinsi Maluku Utara yang berbentuk provokasi, menghasut, dan memecah belah yang mengakibatkan perpecahan terhadap seluruh anak bangsa.

Kerukunan umat beragama berkomitmen untuk menjaga kerukunan dan keutuhan NKRI terutama di wilayah Provinsi Maluku Utara. Serta menolak segala kelompok dan faham yang berkedok deklarasi tagar yang ingin dan hendak mengganti sistem pemerintahan yang ada di NKRI.

Mendesak aparat kepolisian dan untuk menindak secara tegas organisai atau perseorangan yang menyebarkan perang tagar berisi provokasi politik yang nantinya akan memecah-belah masyarakat di wilayah Provinsi Maluku Utara. (HI)