Beranda Maluku Utara Renja 2019 Masih dalam Tahap Pembahasan Internal

Renja 2019 Masih dalam Tahap Pembahasan Internal

215
0
BAGIKAN
Kepala Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (Kaban Bappeda) Abjan Sofyan

MOROTAI – Rencana Kerja (Renja) tahun 2019 sudah dalam tahap pembahasan internal, yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pulau Morotai.

Dalam tahapan pembahasan Renja tahun 2019 nanti. Pemda Morotai lebih memprioritaskan sejumlah kegiatan rutin dan kegiatan fisik. Untuk kegiatan rutin, yakni lansia, janda, anak yatim, melahirkan, meninggal, sambungan jaringan listrik ke rumah, jaringan air bersih, dan honor para guru.

“Sementara untuk program non rutin, diantaranya pembangunan sekolah unggulan sebanyak 6 unit yang dilengkapi dengan semua fasilitasi. Dari 6 bangunan sekolah unggulan ini, yang saat sudah di bangun itu baru dua bangunan, yakni SMP Negeri 1 Daruba dan SD Negeri Dehegila, dalam wilayah kecamatan Morsel,” kata Kepala Bappeda Morotai, Abjan Sofyan, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/9).

Sejumlah program ini, disesuaikan dengan visi misi Bupati Benny Laos dan Wakil Bupati Asrun Padoma, yang setiap kali mengingatkan bahwa anggaran bukan untuk kepentingan perorangan. Tetapi untuk program yang betul-betul prioritas yang bisa berdampak langsung pada masyarakat.

”Karena semua di bidang pendidikan itu, prioritas layanan kesehatan dan kualitas pendidikan bisa ditingkatkan, dan dipastikan seluruh masyarakat Morotai bisa menjangkau layanan pendidikan dan kesehatan,” ungkap Abjan.

Lanjut dia, “Tahun 2019 nanti, saya minta tidak ada lagi gedung sekolah yang rusak atau yang tidak layak, dan tidak ada lagi anak putus sekolah. Termasuk tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan antara di desa. Begitu juga di bidang kesehatan, yang sangat fundamental untuk diselesaikan adalah pencegahan dan pengobatan beberapa kasus penyakit menular, sehingga tidak ada lagi kekurangan gizi,” katanya.

Dia menambahkan, “Sebagai bahan pertimbangan, estimasi APBD tahun 2019 masih dalam pembahasan. Untuk sementara ini kami belum tahu berapa besaran APBD, karena masih banyak program-program skala priorotas yang sangat penting, sehingga masyarakat lebih sejahtera,” tandas Abjan.(Ical)