Beranda Maluku Utara Akhirnya Ke Dua Nelayan Bisa Tersenyum Kembali

Akhirnya Ke Dua Nelayan Bisa Tersenyum Kembali

286
0
BAGIKAN
Dua Nelayan yang sempat dikabarkan hilang kembali ke Morotai.

MOROTAI – Setelah 14 hari tinggal di Filipina, akhirnya kedua nelayan asal desa Gorua kecamatan Morotai Utara (Morut) yakni saudara Rustam Tatapa (39) dan Makmur Ngendre (32), sudah dapat bernapas lega setelah, Senin (1/10) menginjakkan kaki di tanah kelahirannya Morotai.

Sebagaimana diketahui, kedua nelayan ini hilang pada tanggal 16 Agustus saat memancing ikan tuna diperairan laut Morut, selama 14 hari terombang-ambing ditengah laut kemudian ditemukan kapal penampung ikan Filipina, selama 14 hari mengikuti kapal ikan tersebut, kemudian diserahkan ke Negara Filipina 14 hari keduanya berada di Negara tersebut.

Dan hari ini, keduanya tiba di Morotai menggunakan pesawat Wings Air, kedua nelayan yang didampingi dua orang perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), bersama rombongan lainnya Kepala Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Msc. Disambut hangat Bupati Morotai, Benny Laos bersama istri, Sekda Muhammad M Kharie, sejumlah pimpinan SKPD dan sanak keluarga.

Sebelum bertolak ke kediaman Bupati di Desa Yayasan untuk makan bersama, Kedua nelayan ini sempat berbincang dengan Bupati diruang VIP bandahara Pitu. Dihadapan Bupati kedua nelayan menceritakan kisah singkatnya dihadapan Bupati semasa berada di Negara Filipina.

“Awalnya kami ketakutan, tapi setelah dijemput dan di bawa ke tempat dimana kami tinggal, kami diperlakukan sangat istimewa dan suasananya seperti rumah sendiri,” ucap Rustam Tatapa.

Sementara Bupati Morotai, Benny Laos mengaku setelah menerima informasi terdapat dua warganya hilang dirinya lantas menghubungi Kemenlu untuk memberitahukan kedua warganya yang hilang tersebut.

”Setelah komunikasi, dua jam saya sudah terima informasi, bahwa kedua nelayan itu sudah ditemukan,” katanya.

Sementara, kata orang nomor satu di Pemkab Pulau Morotai ini juga merasa was-was, karena kuatir kedua warganya berada ditangan yang salah, karena Negara Filipina sendiri diketahui juga terdapat organisasi esktrim.

”Kalau keduanya berada ditangan salah dan meminta tembusan miliaran, dapat uang dari mana kase tembusan,” cetusnya sambil bergurau.

Menurutnya, dibalik apa yang dialami kedua warganya ini pasti ada hikmahnya.”Pulang dikampung baku bawa bae-bae,”pesannya Bupati.(Ical)