Beranda Maluku Utara Amarah Babullah Datu Syah

Amarah Babullah Datu Syah

250
0
BAGIKAN

Pagi itu, Ternate berduka
Jasad Sultan Khairun diangkat dari laut
Bekas luka tusukan melubangi raganya
Tubuhnya kaku, darahnya membeku
Khairun dibuang ke laut setelah ditikam Antonio Pimental

Tak lama Limau Gapi diselimuti gelap
Para kapita dan bala rakyat Ternate marah
Rapat akbar dimulai
Pedang Sultan berpindah tangan
Babullah Datu Syah didaulat jadi penguasa
Saat itu, di atas singgasana,
Babullah bersumpah meneruskan perjuangan sang ayah

Dendam sang penerus berlari mengemudi Kora-Kora
Babullah tak akan berhenti perang sebelum orang-orang Portugis takluk
Matanya tajam, siasat tempur segera dirancang
Maluku, Ambon, Seram, Bacan, Banggai, Buton, Sula, hingga Celebes
Jadi jantung serangannya.

Atas nama sumpah, soya-soya berubah jadi meriam
Hingga satu per satu benteng penjajah direbut
Dari Fort Tolocco, Santu Lucia, Santo Pedro hingga Sao Paolo
Embargo akbar terjadi selama bertahun-tahun
Sao Paolo jadi gudang orang-orang Portugis mati lapar.

Amarah Babullah disambut suka cita rakyat Ternate
Dalam hati ia berucap
Khairun itu sedang beristirahat
Karena mati adalah kata terbutuk untuk menjelaskannya.

Dalam suasana perang, bola mata para kapita berkaca-kaca
Dan air mata yang menetes
Tegap wajah Babullah mengintai nyawa
Taklukkan penghalang Negeri
Karena kematian Khairun dihiasi bunga-bunga api

14, maret 2018
Nasarudin Amin