Beranda Komunitas Ron Pulau Morotai ”MRTC” dengarkan Suara Warga

Ron Pulau Morotai ”MRTC” dengarkan Suara Warga

419
0
BAGIKAN
Komunitas Morotai Trail Adventure Club (MRTC).

MOROTAI – Sebanyak 8 orang anggota Komunitas Morotai Trail Adventure Club (MRTC), sejak Kamis (18/10). Melakukan Ron (Keliling) Pulau Morotai, dengan tujuan untuk menjalankan sejumlah kegiatan.

Waktu perjalanan yang di tempuh oleh MRTC itu selama lima hari, dan akhirnya Senin (23/10) siang kemarin, sebanyak 8 anggota MRTC ini sudah kembali dengan selamat di Kota Daruba.

Wakil Ketua MRTC, Fahmi Usman mengungkapkan bahwa, Selain kami melakukan Ron Pulau Morotai, banyak hal yang mereka lihat dan alami, sepanjang perjalanan Ron Morotai,  ”MRTC juga melakukan kegiatan, berupa wawancara langsung dengan masyarakat di lima desa, yakni desa Hapo, Libano, Cempak, Cio Gerong dan Cio Maloleo. Dari hasil wawancara itu kami mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat setempat, bahwa sampai saat ini mereka belum menikmati akses jalan, sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat. Karena, sembako dan material bangunan sangat mahal, sehingga masyarakat ke 5 desa ini terpaksa mereka memilih belanja material bangunan di Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Padahal Morotai sudah kurang lebih 10 tahun berkabupaten, tetapi ke 5 desa ini belum menikmati askses jalan, sehingga mereka lebih suka belanja di Tobelo ketimbang di daerah sendiri,” ungkap Fahmi, kepada media ini, Selasa (24/10).

Menurutnya, dari perbincangan dengan warga sekitar, ”Memang pada saat itu ada satu perusahan,  telah melakukan pembukaan badan jalan. Namun, setelah terbukanya badan jalan tidak tahunya perusahaan tersebut terkena kasus, sehingga pekerjaan mereka sampai saat ini juga tidak berkelanjutan lagi. Dari kasus yang dialami itu, membuat badan jalan yang pernah di buka itu semuanya sudah tidak terlihat lagi, karena bermacam-macam rumput sudah menjalar dan menutupi badan jalan,” jelasnya.

Dari pernyataan warga tersebut, ”Kami (MRTC) membuktikan bahwa apa yang disampaikan warga setempat itu ternyata memang betul, bahwa badan jalan yang pernah di buka itu sekarang sudah tidak bisa lagi dilewati dengan kendaraan. Walaupun jalur itu sangat sulit dilewati, tetapi dari kekompakan MRTC sehingga semangat kami tidak berkurang untuk melewati jalur itu harus mengunakan tali agar dapat menarik motor,” kisahnya.

Tak hanya itu, ”Ada sejumlah jalur yang kami lewati itu tebingnya sangat tinggi dan berbatuan, sehingga perjalanan yang kami tempuh dari desa Hapo menuju desa Cempaka harus memakan waktu selama 2 hari perjalanan. Karena jalan yang kita lewati itu, masyarakat setempat kalau pergi ke desa Hapo atau Cempaka hanya bisa berjalan kaki melewati pesisir pantai atau mengunakan perahu,” ucapnya.

“Dengan adanya persoalan tersebut. Maka warga setempat meminta kepada Pemda Morotai, agar secepatnya melakukan pembangunan jalan, sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat untuk pergi belanja ke ibu Kota Kabupaten (Daruba), agar pendapatan dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” pintanya.(Ical)