Beranda Hukrim Konvoi, Massa Aksi Bawa Keranda Jenazah 

Konvoi, Massa Aksi Bawa Keranda Jenazah 

480
0
BAGIKAN
Demonstrasi KMMB di Morotai bawa spanduk dan keranda

MOROTAI – Ratusan masyarakat Morotai yang tergabung dalam barisan Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB), Senin (03/12) kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan cara keliling kota Daruba sambil membawa keranda jenazah, bertuliskan ”Benny Mati”.

Dari amatan media ini, aksi KMMB dibawah kendali (Korlap) Aswan Kharie, selain membawa keranda, massa aksi membawa dua buah spanduk yang bertulisan ”Benny Laos segera turun dari jabatan Bupati Pulau Morotai”. Sementara,  satu spanduk lagi bertuliskan “Rakyat Morotai menolak Benny Laos Kembali ke Morotai”.

Selain konvoi keliling kota Daruba, KMMB juga melontar sejumlah pernyataan sikap, diantaranya, mendesak DPRD Pulau Morotai, agar secepatnya mengunakan hak-haknya dan mengambil keputusan untuk mengadakan pemakzulan/Impeachment kepada Bupati Benny Laos, sesuai dengan semangat UU MD3.

Mendesak DPRD untuk menuntaskan kasus dana desa, proyek reklamasi, proyek Tribun Bangsaha sampai pada proyek kuliner di Morotai.

Mendesak kepada pihak kepolisian agar secepatnya menyelesaikan kasus APBD Bodong, sekaligus menetapkan aktor intelektual dari kasus tersebut.

Mendesak kepada DPRD Morotai Untuk menolak rancangan KUAPPAS/APBD 2019, karena diduga sarat akan kepentingan Monopoli Bupati Morotai.

Mendesak agar pemerintah kabupaten Pulau morotai mendorong regulasi yang mengatur tentang harga kopra di Morotai.

Mendesak DPRD Morotai agar mengusut tuntas dugaan nepotisme penggelolaan SKPT Di Desa Daeo. Mendesak kepada Kementerian Dalam Negeri dan Gubernur Maluku Utara agar secepatnya menyelesaikan kasus mutasi, punishment dan dugaan tekanan yang dilakukan oleh Bupati.

Masih isi pernyataan sikap pendemo, Dengan berbagai akumulasi masalah tersebut sehingga kami menoIak dan Mengusir Beni Laos dari Morotai, karena model kepemimpinannya menyebabkan kegaduhan di Morotai.

Sementara, aksi konvoi keliling kota Daruba yang dilakukan oleh KMMB itu mereka juga sempat menutup aktivitas perkantoran di Dinas Pendidikan dan mengajak para ASN agar bergabung dengan massa aksi. (Ical)