Beranda Maluku Utara Muhdin Buton, Nelayan Ikan Tuna di Taliabu yang Sering dapat Bantuan dari...

Muhdin Buton, Nelayan Ikan Tuna di Taliabu yang Sering dapat Bantuan dari Kota Bitung

470
0
BAGIKAN
Pep Phion (GamalamaNews.com) saat melakukan perjalanan dari desa Samuya ke Desa Parigi.

TALIABU – Pulau Taliabu adalah salah satu Kabupaten di Maluku Utara yang memiliki hasil laut yang melimpah. Berbagai hasil laut bisa kita temukan disepanjang perairan Pulau Taliabu.

Dari hasil laut yang melimpah, menciptakan ruang kerja bagi warga Taliabu yang menggantungkan hidupnya dari hasil melaut.

Sabtu (15/12) wartawan GamalamaNews melakukan perjalanan dari Desa Samuya ke Desa Parigi Kecamatan Taliabu Timur. Secara tidak sengaja kami menumpang perahu mesin milik salah satu nelayan ikan tuna bapak Muhdin Buton dari Desa Samuya.

Dalam perjalanan menuju Desa Parigi, kami sempat berbincang tentang pekerjaan Muhdin Buton.

“Saya ini nelayan ikan Tuna, kadang saya juga tangkap ikan cakalang. Saya nelayan rompong (rumah ikan yang terapung di tengah-tenga laut) jauh dari kampung,” ungkap Mudin.

Yang menjadi menarik dari cerita pak Muhdin adalah saat ditanyai tentang bantuan apa yang pernah ia dapat dari pemerintah.

“Saya sering dapat batuan tali rompong dari Kota Bitung, tali rompong merupakan keperluan termahal saat membuat rompong, karena bahan lainnya bisa kami dapatkan di kampung, seperti atap katu, bambu dan kayu,” cerita Muhdin.

Kota Bitung tidak jauh dari Taliabu, kata Muhdin, cukup dengan perahu bermesin 15 PK, dirinya mengaku bisa melaut hingga masuk ke perairan laut Bitung.

Menurut Muhdin, tidak hanya dirinya yang sering mendapatkan bantuan tali, namun teman-teman nelayan tuna di Desanya juga mendapatkan bantuan yang sama dari Kota Bitung.

Mesin perahu pak Muhdin yang sudah tua, menyebabkan perahu yang kami tumpangi dua kali mati di tengah laut, saat ombak di bulan Desember memuncak, beruntung pengalaman pak Muhdin menangani mesin tuanya di tengah laut menyelamatkan kami dari sapuan gelombang.

Sesampai di Desa Parigi, kami mendengar pesan dari pak Mudin.

“Kalau sampai di Kabupaten, terus ada bantuan mesin, tolong bantu kasih masuk saya pe nama. Biar saya dapat bantuan mesin,” tutur pak Muhdin sambil tersenyum. (HH)