Beranda Maluku Utara Warga Binaan di Lapas dan Rutan di Kota Ternate, Semua Memiliki E-KTP

Warga Binaan di Lapas dan Rutan di Kota Ternate, Semua Memiliki E-KTP

234
0
BAGIKAN
Situasi perekaman e-KTP

TERNATE – Seluruh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Ternate bakal menyuarakan hak suaranya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Pasca Kementerian Hukum dan Ham menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) yang diberikan waktu tiga hari untuk melakukan perekaman dan cetak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) untuk seluruh lapas dan rutan se-Indonesia secara nasional melalui aplikasi Zoom secara Teleconference.

Kepala LPP Kelas III Ternate, Nona Ahmad kepada wartawan mengatakan, di hari terakhir (Ketiga) warga binaan sebanyak 26 orang melakukan perekaman dan pencetakan e-KTP.

“Sebelum MOU ada warga binaan yang sudah melakukan perekaman, ditambah hari ini ada yang melakukan perekaman, dan ada warga binaan yang E-KTP hilang, jadi jumlah secara keseluruhan 26 orang,” ungkap Nona, Sabtu (19/01).

Dari 51 warga binaan Kata Nona, di hari pencoblosan nantinya semuanya ikut dalam memberikan hak suaranya.

Terpisah Hasrul Pakaya salah satu petugas perekaman dan cetak E-KTP kepada wartawan mengatakan, di hari ketiga, pihak dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kota Ternate melakukan perekaman dan cetak e-KTP.

“Hari pertama (Kamis) kami melakukan perekaman dan cetak e-KTP di Lapas Klas IIA Ternate untuk perekaman dan e-KTP yang sebanyak 88 warga binaan,” katanya.

Hasrul menambahkan, untuk Rutan klas IIB Ternate kami melakukan perekaman di hari Jumat (18/01) kemarin, perekaman dan e-KTP yang hilang sebanyak 78 warga binaan.

“Hari terakhir di LPP Kelas III Ternate sebanyak 16 orang warga binaan,” tutupnya.

Sekedar diketahui total untuk secara keseluruhan di Lapas dan Rutan yang ada di kota Ternate yang melakukan perekaman dan cetak ulang sebanyak 182 orang warga binaan.(Ogan)