Beranda Hukrim Samapta Siaga Ciduk Pelaku Curanmor

Samapta Siaga Ciduk Pelaku Curanmor

443
0
BAGIKAN
Pelaku (berkaos biru) dan sejumlah barang bukti yang diamankan polisi.

TERNATE – Kepolisian Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Maluku Utara (Malut), dalam program inovasi Samapta Sinaga berhasil mengamankan seorang pria berinisial VJ (21), terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang beroperasi di wilayah Kota Ternate. VJ ditangkap ketika polisi sedang melakukan patroli QW I.

“Anggota kami Ditsamapta Polda Maluku Utara pada saat melaksanakan patroli QW I kemudian mendapat informsi masyarakat bahwa ada curanmor. Dari informasi tersebut pelaku berhasil diamankan pada Senin 21 Januari pukul 08.00 WIT,” ungkap Dir Samapta Polda Malut, Kombes Pol Iwan Imam Susilo, Selasa (22/01).

Imam menuturkan, setelah ditemukan, dilakukan pengembangan dari barang bukti satu kenderaan hingga Selasa 22 Januari 2019 pukul 03.00 WIT, dini hari diperoleh barang bukti sebanyak 5 unit sepeda motor.

“Penangkapan pemuda asal Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) ini berlangsung di salah satu indekost yang berada di lingkungan Keluraha Akehuda, Kecamatan Ternate Utara,” terangnya.

Imam mengatakan, tentunya ini masih akan dikembangkan lagi baik kepada tersangka maupun barang bukti yang lain.

“Dari hasil interogasi, pelaku sudah melaksanakan aksinya selama dua bulan berjalan. Sepeda motor yang berhasil dicuri akan dijual ke luar Ternate dengan harga masing-masing unit sebesar Rp 1,5 juta,” kata Imam.

Imam juga menambahkan, “Semua ini masih dikembangkan. Karena pelaku, mengakunya baru dua bulan bekerja tapi kemungkinan bisa lebih, dan mungkin bisa lebih dari 5 unit karena sesuai keterangan dari yang bersangkutan memang sudah sempat dijual keluar dari kota Ternate”.

Masih kata Imam, “Aksi yang dilakukan pelaku tak sendiri melainkan berkomplotan. Saat penangkapan, dua rekan VJ berhasil melarikan diri,” tuturnya.

Untuk itu dirinya menghimbau, Kasus curanmor yang mulai marak di Ternate, masyarakat harus mengamankan kendaraannya masing-masing dengan kunci ganda, serta melakukan monitor.

“Jadi, jangan dibiarkan dipinggir jalan tanpa dikunci. Ini yang kadang-kadang sering diambil. Maka masyarakat agar berhati-hati. Karena modus operandi yang bersangkutan menggunakan obeng,” tutupnya. (Ogan)