Beranda Halmahera Timur Pelantikan 59 Kades ikut Disaksikan 6 Orang Suku Tugutil

Pelantikan 59 Kades ikut Disaksikan 6 Orang Suku Tugutil

497
0
BAGIKAN
Ketua DPRD Haltim dan Kepala Desa Lili, foto bersama dengan 6 orang Suku Tugutil, usai pelantikan Kades di Aula Kantor Bupati Haltim.

MABA – Sebanyak 6 orang Suku Tugutil yang tinggal di pegunungan Desa Lili Kecamatan Maba Utara Kabupaten Haltim. Hari ini Kamis (28/02), turut menyaksikan pelantikan 59 Kades terpilih, yang dilakukan oleh Plt Bupati Haltim Ir Muhidin.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Haltim, Djon Ngoraidji, yang menghadirkan 6 orang suku tersebut, mengatakan, mengingat ke enam orang yang berasal dari Suku Tugutil, akan melakukan perekaman E – KTP guna melakukan daftar sebagai pemilih tetap (DPT) di desa Lili. Untuk itu hari ini dihadirkan ke kantor Bupati Haltim, guna menyaksikan pelantikan kepala desa yang diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Haltim.

“Mereka ini baru diturunkan ke kampung hari ini dan langsung diajak ke Maba untuk saksikan pelantikan Kades. Dan besok (Jumat) mereka melakukan perekaman E-KTP, karena mereka mau bergabung di Desa Lili,” ungkapnya yang ditemui usai pelantikan.

Sementara itu, Kepala Desa Lili kecamatan Maba Utara yang juga merupakan kepala suku se-Halmahera Timur, yakni Habian Tiat, dengan kehadiran mereka di tengah-tengah masyarakat ini, menginginkan agar warga suku tersebut bisa menyatu dengan warga. Khusus warga yang berada Desa lili , sehingga dapat terlibat langsung dakam pesta demokarasi sebagai warga negara Republik Indonesia.

“Mereka ini sebanyak 100 orang lebih, akan tetapi terbagi tiga kelompok, yakni Suku Makahar serta Suku Tebing Tebing hingga Suku Afu, yang jarak tempuhnya 48 kilo meter, dari pesisir pantai. Dan mereka inilah yang terjauh dari pesisir pantai 48 kilo, yang kita keluarkan ke kampung,” ujarnya.

Dirinya juga mengaku jika akan  berupaya membuka program baca tulis kepada warga Suku Tugutil, demi memberikan dampak positif terhadap generasi warga Tugutil di masa depan.

“Saya juga ada rencana untuk pemberantasan buta huruf dengan bahasa sendiri, biar mereka tahu membaca dan menulis agar anak-anak mereka bisa sekolah,” pungkasnya. (Dhy)