Beranda Maluku Utara Perdana, Unipas Morotai Wisuda 164 Mahasiswanya

Perdana, Unipas Morotai Wisuda 164 Mahasiswanya

744
0
BAGIKAN
Wisuda Unipas Morotai, 164 mahasiswa sandang gelar sarjana.

MOROTAI – Setelah enam tahun berdirinya Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai, Sabtu (2/03), bertempat di ruang aula kantor Bupati Morotai,  Unipas Morotai berhasil mewisuda mahasiswa sebanyak 164 orang.

Wisuda yang dilakukan ini melalui sidang terbuka Senat Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, wisuda program sarjana angkatan I tahun akademik 2018/2019, yang dipimpin langsung oleh Rektor Unipas, Sulami Sibua, S.Pd. M.Pd, dan dihadiri oleh kepala LLDikti wilayah XII Dr. Muhammad Bugis, S.E. M.Si, Forkompimda, sejumlah pimpinan SKPD, ketua dan anggota senat Unipas Morotai, para Warek, Dekan para Dosen, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati.

Bupati Pulau Morotai, Benny Laos dalam sambutannya mengatakan, ”Saya menyambut gembira atas kelulusan wisuda pertama di Unipas Morotai. Olehnya itu, dalam tahun ini juga kami (Pemda) akan melakukan pembangunan sarana prasarana Unipas Morotai. Untuk itu, kami berharap agar semua stakeholder bisa mendukung Unipas Morotai sehingga bisa bersaing dengan kampus-kampus lainnya. Karena tahun depan pemerintah pusat akan memberikan kartu mahasiswa pintar (KMP). Ini dilakukan sehingga para anak-anak kita lebih fokus belajar dan dapat meraih prestasi,” ungkap Bupati.

Selain memberikan ucapan kepada para wisudawan. Bupati juga memberikan ucapan terhadap Rektor Unipas dan jajarannya yang telah sukes meluluskan mahasiswa di angkatan pertama ini. “Saya berpesan kepada para mahasiswa yang telah wisuda agar berkompetisilah berdasarkan jurusannya masing-masing,” ucapnya.

Sementara, Rektor Unkhair Ternate, Prof. Dr. Husen Alting, SH. MH, saat memberikan orasi ilmiah mengatakan, ”Sebagai pribadi dan keluarga besar Universitas Khairun Ternate menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika Unipas yang telah memberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi ilmiah. Pagi ini Unipas menoreh sejarah baru dengan mewisuda sebanyak 164 orang sebagai lulusan perdana. Untuk itu, sejalan dengan tantangan kehidupan masyarakat masa kini, serta untuk menyiapkan generasi pemimpin yang tangguh dengan didukung oleh kekuatan IPTEK yang handal pada abad keemasan Asia dimulai tahun 2030. Maka peranan Unipas sangat dibutuhkan sebagai motor dan aktor pengubah terhadap sebagai bentuk penyimpangan, terutama penyimpangan bidang IPTEK, Sosial-Ekonomi dan Budaya. Perubahan ini kita lakukan memulai sebagai karya dan inovasi dalam tri dharma perguruan tinggi, maka dari itu orasi ilmiah ini kami beri judul Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi, Menuju Keunggulan Unipas,” ucapnya.

Dijelaskan, ”Ada tiga hal penting yang menjadi dasar perjuangan rakyat Morotai dalam menjadikan Morotai sebagai daerah otonom. Yang pertama, Adanya keyakinan dan apresiasi masyarakat, bahwa otonom Pulau Morotai akan mempecepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Kedua, kemampuan SDA dan SDM, serta aspek ekonomi dan sosial lainnya yang merupakan potensi penting dalam pembangunan menuju kesejahteraan rakyat. Ketiga pembentukan Kabupaten Pulau Morotai bertujuan untuk meningkatkan pelayanan di bidang pemerintah, pembangunan bidang ekonomi dengan penguatan infrastruktur serta pembangunan kesehatan dan pendidikan yang butuh masyarakat. Tiga hal inilah yang menjadi prasyarat utama dalam konsideran Undang-undang nomor 53 tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Pulau Morotai,” terangnya.

Lanjutnya, ”Kondsideran ini mengambarkan nilai filosofi dan sosiologis pembentukan daerah otonom baru, sekaligus menunjukkan urgensi eksistensi Unipas, karena Unipas Morotai memiliki hubungan yang kuat dengan Universitas Khairun sejak awal pendirian pada 6 (Enam) tahun lalu, dan tidak sekedar pada pertukaran dosen dan penggunaan laboratorium bersama. Tapi karena esensi tujuan yang sama yakni membangun kemajuan peradaban untuk kemanusiaan di Malut, Universitas Khairun dan Unipas Morotai akan selalu bersama untuk berkarya membangun inovasi demi kemajuan masyarakat di Malut,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan, “Kurang lebih 11 tahun menjadi kabupaten, Pulau Morotai terus menunjukan peningkatan pembangunan, hal ini terukur dari pembangunan Kabupaten Morotai hingga tahun 2017 yakni capaian indeks pembangunan manusia yang mengalami pertumbuhan 1,01% menjadi 59,87 dari tahun 2016. Hasil ini merupakan implikasi dari pembangunan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur ekonomi yang diukur berdasarkan capaian pengeluaran perkapita. Di bidang kesehatan angka harapan hidup (AHH) tahun 2017 meningkat menjadi 66,13. Sementara dibidang pendidikan harapan lama sekolah (HLS) tahun 2017 meningkat menjadi 11,92 dan rata-rata lama sekolah (RLS) tahun 2017 meningkat menjadi 6,88, sedangkan pengeluaran perkapita mencapai Rp. 5.888.000. Data ini menunjukan bahwa progres pembangunan Kabupaten Pulau Morotai terus mengalami peningkatan, yang akan lebih signifikan jika Unipas Morotai ikut mengambil peran dengan karya dan inovasi dalam pembagunan daerah,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan, ”Peningkatan mutu menuju inovasi dan keunggulan institusi pendidikan tinggi (Unipas) akan maju, apabila ada kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, swasta/industri dan masyarakat. Untuk itu, Unkhair sebagai salah satu elemen yang berkontribusi dalam penyiapan pendirian dan pengembangan Unipas akan selalu berkomitmen membantu dengan berbagai potensi yang dimiliki. Karena Unkhair akan terus bersinergi bersama Unipas Morotai, karena Unipas adalah bagian dari Unkhair,” katanya.

Terpisah, Rektor Unipas Morotai, Sulami Sibua, S.Pd. M.Pd. Dalam laporannya menyampaikan, ”Wisuda kali ini diikuti sebanyak 164 peserta yang berasal dari program studi, pedidikan guru sekolah dasar sebanyak 89 orang, prodi pendidikan bahasa inggris sebanyak 20 orang, prodi administrasi negera sebanyak 49 orang, prodi ilmu kelahutan sebanyak 3 otang, dan prodi teknik sipil sebanyak 3 orang,” terangnya.

Unipas Morotai telah melalui perjuangan yang luar biasa dengan bantuan berbagai pihak, dan hari ini jumlah mahasiswa Unipas sesuai Forlap Dikti adalah sebanyak 1.419 mahasiswa yang tersebar di enam fakultas, yaitu fakultas perguruan dan ilmu pendidikan, fakultas ilmu sosial dan politik, fakultas perikanan dan ilmu kelautan, fakultas ekonomi, fakultas teknik dan fakultas Mipa, dan 11 program studi.

”Semua mahasiswa itu mereka diasuh oleh 63 dosen tetap dan 4 dosen kontrak yang semuanya bergelar magister, dan saat ini ada 2 orang dosen yang sementara melanjutkan studi ke jenjang S3/Doctor dengan mengunakan beasiswa kieraha dari pemerintah Provinsi Malut,” jelasnya.

Dirinya mengaku, ”Sampai saat ini terdapat 11 dosen yang sudah tersertifikasi, dan masih 13 orang lagi yang akan ikut seleksi sertifikasi dosen pada tahun ini. Olehnya itu, perlu kami informasikan bahwa dalam rangka terus meningkatkan kualitas para dosen dan mahasiswa, maka mereka akan diikutkan dalalam berbagai kegiatan pelatihan, yaitu workshop maupun kompetisi yang akan dilaksanakan, baik oleh Kemenristekdikti melalui LLDikti wilayah 12 maupun Instansi lainnya pada tahun ini,” akunya.

Lanjut dia, ”Dalam penunjang kegiatan perkulihan, kami didukung dengan sarana dan prasaran berupa gedung perkuliahan yang terdiri dari 17 ruang belajar, lima laboratorium, satu perpustakaan dan gedung rektorat. Sarana ini tersedia selain mengunakan dana masyarakat, yaitu empat ruang belajar. Sementara untuk bantuan dari Pemda Provinsi Malut pada tahun 2016, yaitu tiga ruang belajar, dan hibah Pemda Pulau Morotai sejak tahun 2014 sampai sekarang yaitu sebanyak empat ruang belajar dan satu laboratorium komputer. Kemudian hibah Kementerian Ristek Dikti yaitu empat ruang belajar. Untuk itu, kami ucapkan banyak terima kasi kepada semua pihal yang telah membantu Unipas Morotai,” ucapnya.

Dirinya lantas menghimbau kepada masyarakat dan sekitarnya, “Mari sama-sama kita tingkatkan kualitas SDM lewat pendidikan tinggi, karena sejak tahun 2018, Pemda setempat DPRD Morotai telah mengeluarkan kebijakan yang sangat membantu masyarakat, yaitu memberikan bantuan SPP kepada seluruh mahasiswa yang kulia di Unipas Morotai dan bantuan uang wisuda bagi seluruh wisudawan,” imbuhnya. (Ical)