Beranda Maluku Utara Masih Terjadi Pemadaman, Mahasiswa dan Masyarakat Payahe kembali Demo, Jalan Lintas Weda-Sofifi...

Masih Terjadi Pemadaman, Mahasiswa dan Masyarakat Payahe kembali Demo, Jalan Lintas Weda-Sofifi di Blokade

810
0
BAGIKAN
Aksi mahasiswa dan masyarakat yang memprotes pemadaman listrik di Payahe, Kota Tidore Kepulauan.

Manajer KSA PLN Sofifi: “Hari ini mesin yang dipinjamkan telah dikembalikan ke PLN Payahe”.

OBA – Masih terjadinya pemadaman listrik di wilayah kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, pasca demo mahasiswa dan masyarakat Payahe Senin kemarin, Selasa (07/05/19) mahasiswa dan masyarakat kembali melakukan aksi.

Kali ini mahasiswa tak lagi melakukan aksi di depan Kantor PLN Payahe, namun puluhan mahasiswa dan masyarakat itu melakukan aksi demo di depan Kantor Polsek Payahe dengan membakar ban bekas dan memboikot akses jalan lintas Weda-Sofifi, dan Sofifi Weda menggunakan batu dan balok.

Akibat aksi mahasiswa dan masyarakat itu, aktifitas lalu lintas dari Sofifi-Weda dan Weda-Sofifi terhenti selama 4 jam. Kemacetan sepanjang 1 kilo meter tak dapat dihindari.

Kordinator lapangan (Korlap) Ibrahim Yakup, mengatakan aksi yang dilakukan ini sama hal dengan aksi yang dilakukan Senin kemarin (06/05/19). Dalam aksi ini Geram-Oba dan masyarakat menuntut kepada pihak PLN Rayon Sofifi untuk segara mengaktifkan kembali PLN Payahe dan melakukan penerangan di wilayah Oba.

“Tuntutan ini adalah murni dari keinginan semua masyarakat dan tidak ada tendensi politik apapun maupun kepentingan kelompok tertentu. Dalam aksi ini juga massa aksi melakukan pembakaran ban bekas dan pemboikotan jalan Raya Payahe dari arah Weda Sofifi, Arah selatan ke Sofifi dan Arah Sofifi ke Weda,” ungkap Ibrahim.

Lanjut Ibrahim, Tujuan dalam aksi tersebut adalah, meminta Kepala PLN Sofifi segera hadir di Payahe dan hearing terbuka, serta meminta kepada DPRD Kota Tidore Kepulauan untuk memanggil Kepala PLN Sofifi untuk mendesak kembalikan sebagian alat yang dipinjamkan secara cepat.

Salah satu warga Kelurahan Payahe, Masdar Hi Ahmad juga mengecam pihak PLN Sofifi, “Jika terus memadamkan listrik dan tidak mengganti mesin PLN Payahe yang dipinjamkan ke PLN Weda maka mahasiswa dan masyarakat terus melakukan pemboikotan aktifitas kantor PLN dan jalan umum,” ujar Masdar.

Lanjut Masdar, “Pemadaman listrik ini bukan baru kali ini, tetapi sudah sejak lama, dan itu sangat mengganggu aktifitas masyarakat, dan sering merusak alat elektronik,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Keuangan, SDM dan Administrasi, PLN Sofifi, Doni Mustafa kepada wartawan media ini mengatakan, Hari ini Selasa 07/05/19 mesin yang dipinjamkan ke PLN Weda sudah dikembalikan dan segera dipasang untuk diaktifkan, untuk itu diminta kepada masyarakat Payahe untuk bersabar.

“Mesin yang dipinjamkan, hari ini sudah dikembalikan dan dipastikan listrik di Kelurahan Payahe sudah normal kembali,” ungkap Doni.

“Selain mesin yang telah dikembalikan, hari ini petugas PLN juga terus berusaha melakukan perbaikan beberapa alat kubikel atau gardu di wilayah Payahe,” jelas Doni.

Doni juga berharap kepada masyarakat untuk ikut membantu PLN, ia mengatakan, “Pemadaman listrik itu tidak semua karena kerusakan mesin, tetapi juga ada gangguan jaringan kabel seperti terkena ranting pohon dan binatang liar,” jelasnya.

Doni berharap masyarakat untuk membantu apa bila tanaman pohon masyarakat yang berdekatan dengan kabel untuk diiklaskan untuk ditebang. (HI)