Beranda Maluku Utara Bea Cukai Gencar Tingkatkan Ekspor di Malut

Bea Cukai Gencar Tingkatkan Ekspor di Malut

295
0
BAGIKAN
Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Dirjen Bea dan Cukai, R. Syarif Hidayat. (Foto: Istimewa)

TERNATE – Sektor pertambangan merupakan sektor paling menonjol pada peningkatan ekspor di Maluku Utara.

Dalam rangka memperkuat perekonomian, maka ekspor harus ditingkatkan dan mengendalikan impor. Sebab dengan ekspor bisa menghasilkan devisa negara.

Hal tersebut juga menjadikan Kementerian Keuangan RI bersama Ditjen Bea dan Cukai, Ditjen Pajak, Pemerintah Provinsi Maluku utara bersama stakeholder melakukan seminar Sinergi APBN-APBD untuk Akselarasi Daya Saing melalui Inovasi dan Penguatan Kualitas SDM Maluku Utara.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Dirjen Bea dan Cukai, R. Syarif Hidayat, yang ditemui, Kamis (24/10/2019) menjelaskan bahwa dengan adanya ekspor tersebut, justru semakin meningkat dan baik.

Dirinya juga menyebutkan saat ini, untuk target penerimaan negara tahun 2019, di Bea Cukai Ternate ditargetkan 500 miliar dan saat ini posisi sudah lebih dari target yakni 100 persen lebih.

“Target penerimaan itu biasanya untuk penerimaan ekspor kita selalu mendorong semaksimal mungkin agar naik. Pasalnya dengan naiknya penerimaan maka devisa semakin banyak,” terangnya.

Selain itu, dirinya mengatakan untuk barang-barang yang kena pajak ekspor, maka disitu juga ada penerimaan negara, tapi jika barang-barang yang tidak ada bea keluar dan tidak kena pajak keluar, justru itu sangat baik untuk perekonomian.

Bea Cukai di bawah Kemenkeu RI sangat mendorong agar ekspor bisa bergerak naik terus. Pasalnya ekspor Malut masih didominasi oleh barang-barang mentah yang sifatnya bahan baku atau bahan intermediate, sehingga kedepan barang-barang tersebut diolah dulu didalam guna memberikan value edit sehingga pada saat dijual harganya tinggi.

“Jadi kita mendapatkan devisa yang besar, adanya pabrik yang mengolah barang jadi disini, dan juga nantinya ada tenaga kerja yang terserap dengan baik,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan untuk pertumbuhan perekonomian dari sektor lain seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan akan tetap didorong. Sebab Bea cukai berkeinginan besar untuk mendorong ekspor semakin besar dan tidak hanya pada hasil yang dari tanah dan kirim keluar negeri, tapi dirinya berharap ada sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi.

“Misalkan dari pertanian sangat bagus apabila pertanian dikembangkan seperti contoh pada tahun 90-an pisang sangat terkenal dan ekspornya sangat baik,” tuturnya.

Untuk pihaknya sangat berharap, usaha-usaha seperti itu bisa dibangkitkan kembali seperti industri pertanian dengan hasil jagung dan lainya. Intinya dalam orientasi ekspor, kita mendorong hal tersebut dengan cara memberikan insentif, yakni jika memerlukan barang-barang untuk memproduksi atau mendatangkan alat.

“Kalau normal kan kena biaya masuk, karena ini untuk investasi dan untuk meningkatkan orientasi ekspor, maka biaya masuk dan pajak kita tidak ambil jadi nol,” tutupnya. (NT)