Beranda Maluku Utara Ini Kata Risval Soal Pembangunan Gamalama Plaza

Ini Kata Risval Soal Pembangunan Gamalama Plaza

444
0
BAGIKAN

TERNATE – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyar (PUPR) Kota Ternate Risval Try Budiarto, menegaskan bahwa dirinya optimis, Desember 2019 nanti bisa menyelesaikan Gamalama Plaza yang saat ini sedang dibangun.

Bangunan dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 75 miliar tersebut diyakini bisa selesai dipengujung tahun ini. Risval menyebutkan pembangunan Gamalama Plaza yang dalam ploting anggaran pertahunnya mencapai Rp 75 miliar dan dalam tahapan pertama pengambilan untuk 2017 mencapai Rp 7 miliar.

“Sementara pembangunan Gamalama Plaza itu sendiri baru mencapai 10 persen dari anggaran Rp 75 miliar, kemudian penyerapan anggaran baru mencapai 10 persen, maka penyerapannya sudah mencapai 7,5 persen penggunaan anggaran dari Rp 75 miliar,” jelasnya saat diwawancarai, Kamis (21/11/2019).

Ia juga menegaskan bahwa dipastikan pada akhir Desember pekerjaan sudah dapat memasang keramik lantai satu. Ia juga mengatakan,  pekerjaan saat ini agak sedikit lambat, dikarenakan stok semen mengalami kelangkaaan saat ini.

“Harapannya ini tidak lagi tertunda, dikarenakan dalam waktu dekat sudah ada semen yang masuk, maka tidak akan menggangu progres,” ungkapnya.

Sementara, Gamalama Plaza pembangunannya hingga saat ini sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Pekerjaan hingga Desember bisa dipastikan selesai jika uang mencukupi.

“Pekerjaan hingga Desember bisa selesai yang harus dipastikan uang cukup tidak, karena pekerjaan ini bukan hanya pada fisik saja, namun ada mekanikal, elektrikal, dan untuk dua item ini saja sudah mencapai Rp 25 miliar, ini total kebutuhan mekanikal dan elektrikal,” jelasnya.

Menurutnya, untuk mengadakan 6 eskalator yang dibutuhkan gedung ini, harus dibayar duluan baru diproduksi, maka kontraktor yang dipakai harus kontraktor yang mempunyai finansial yang mumpuni.

Ia juga menggungkapkan bahwa, sudah seharusnya kontraktor ini mendapat apresiasi karena, uang yang dikeluarkan sudah cukup banyak, namun yang baru mereka terima hanyalah uang muka sebesar Rp 10 miliar.

“Saya sangat optimis untuk penyelesaian,” tutupnya. (NT)