Beranda Maluku Utara Terkait Penanganan Covid-19, Walikota Tidore Lakukan Sosialisasi Bersama Sejumlah Tokoh Masyarakat, Tokoh...

Terkait Penanganan Covid-19, Walikota Tidore Lakukan Sosialisasi Bersama Sejumlah Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Pemuda  Rum

152
0
BAGIKAN

TIDORE KEPULAUAN – Setelah melakukan penyemprotan disinfektan pencegahan penyebaran Covid-19 di pelabuhan Trikora Goto, pelabuhan speedboat penyebrangan Tidore-Loleo, kawasan pantai Tugulufa, pelabuhan speedboat Rum, dan pelabuhan ferry Rum. Wali Kota Ali Ibrahim bersama Kapolres Tidore AKBP Yohanes Jalung Siram, S.IK, Dandim 1505/Tidore Letkol Inf Cecep Kurniyawan, dan Kajari Tidore Adam Saimimah serta sejumlah SKPD terkait melakukan tatap muka dalam rangka pencegahan penyebaran corona dengan sejumlah tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, dan imam di Kantor Kelurahan Rum. Selasa (31/03/2020).

Dalam kesempatan itu Ali Ibrahim menyampaikan rencana pemerintah Kota Tidore Kepulauan menggunakan gedung LPMP Rum, sebagai tempat karantina bagi mereka yang baru datang dari luar Kota Tidore Kepulauan, karena LPMP Rum dianggap layak.

“Ada dua tempat yang kami rencanakan pertama adalah SPN di Gurabati namun belum layak karena jalan masuk juga belum layak. Kami pertimbangkan semua dari segala aspek, sehingga di LPMP Rum menjadi tempat yang dipilih, apalagi disitu mudah untuk diawasi,” jelas Ali Ibrahim.

Dijelaskan, pemerintah telah menginstruksikan aset milik pemerintah digunakan untuk tempat karantina.

“Karena melihat situasi itu layak untuk ditetapkan disitu, maka LPMP Rum dianggap layak sebagai tempat karantina,” kata Ali Ibrahim.

Dijelaskan pula, mereka yang ditempatkan di tempat karantina tersebut adalah orang-orang yang baru kembali dari daerah yang terkonfirmasi virus corona, bukan orang yang sakit.

“Ini dipakai oleh mereka yang dari luar Tidore seperti di Makassar, Jakarta atau daerah lainnya dengan tujuan agar mudah dipantau, dikontrol oleh pihak kesehatan,” ujar Ali Ibrahim.

Ali juga mengatakan, ini adalah musibah  karena pemilihan wali kota maupun bupati serentak saja dipending. Olehnya itu, ini menjadi tugas kemanusiaan yang perlu kita laksanakan bersama, agar di Kota Tidore Kepulauan terhindar dari penyakit ini.

“Ini terkait dengan nyawa, ini yang saya sampaikan kepada bapak ibu, kami tidak punya niat nakal atau apa tidak, tapi niat karena kemanusiaan,” tegas Ali.

Senada disampaikan juga oleh Kapolres Tidore AKBP Yohanes Jalung Siram, S.IK, dirinya mengatakan kepada masyarakat agar bisa memahami terkait dengan pencegahan penyebaran virus baik itu virus corona maupun lainnya.

“Pertama kita yang hadir ditempat ini bisa jadi pembawa penyakit, kedua kita bisa menjadi korban dari penyebaran virus, jadi tolong disampaikan ke warga kita di lingkungan,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengatakan langkah pencegahan yang dilakukan salah satunya adalah social distancing atau pembatasan sosial. Untuk kegiatan lain yang mengumpulkan banyak orang maka dipending.

“Kalau akad nikah dilaksanakan tapi hanya orang rumah, pak imam saksi orang tua. Kalau mendatangkan banyak orang maka dipending,” tuturnya.

Olehnya itu, dirinya mengajak kepada masyarakat agar selalu menjaga kekebalan tubuh dan menjaga anak-anak supaya tidak kumpul di tempat umum.

Untuk diketahui, dalam tatap muka tersebut belum ada kesepakatan antara pemerintah maupun warga masyarakat terkait dengan dijadikannya LPMP Rum sebagai tempat karantina.

Walikota pun berharap agar setiap orang yang baru datang dari luar daerah yang terkonfirmasi virus corona agar bisa melakukan karantina secara mandiri di rumah dengan berpedoman pada protokoler kesehatan yang ada. (SS)