Beranda Maluku Utara Pj Wali Kota Ternate Kembali Tinjau PDAM

Pj Wali Kota Ternate Kembali Tinjau PDAM

345
0
BAGIKAN
Pj Wali Kota Ternate, Hasyim Daeng Barang S.STP, M.Si saat diwawancarai awak media usai meninjau Kantor PDAM Ternate. (Foto: NT)

TERNATE – Pj Wali Kota Ternate Hasyim Daeng Barang S.STP, M.Si kembali melakukan peninjauan ke kantor PDAM Ternate.

“Tadi saya mengecek audit BPKP sekaligus melihat situasi di PDAM pasca Dirut yang lama sudah meninggalkan kantor,” kata Hasyim saat diwawancara awak media, Rabu (21/4) di kantor PDAM Ternate.

Ia juga mengecek terkait dengan managemen organisasi, dan langkah-langkah apa saja yang sudah dilakukan oleh Plt Dirut PDAM yang baru ini, sehingga perusahan air ini bisa berjalan dengan baik.

“Tadi saya baca koran, ada keluhan-keluhan pelanggan terkait air yang tidak jalan, tapi tadi malam katanya sudah diperbaiki dan sudah normal kembali,” bebernya.

Menurut, pemerintah fokus membenahi managemen operasi, yang berarti menempatkan seseorang sesuai dengan keahliannya sendiri. Jika itu dilakukan, maka pasti perusahan akan sehat.

Sementara, Plt Dirut PDAM Ternate, Thamrin Alwi mengaku saat ini juga fokus pada pelayanan bagi pelanggan. Keluhan-keluhan yang disampaikan oleh pelanggan satu per satu telah ditindaklanjuti dan melakukan perbaikan.

Thamrin juga mengatakan, Ini sama halnya yang terjadi di kelurahan Maliaro, atas keluhan warga, kemudian ia memerintahkan pegawainya untuk kroscek di lapangan.

“kemarin itu saya kumpul semua orang teknik dan kita meminimalisir permasalahan, sehingga pukul 23.00 wit malam tadi air sudah kembali normal,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk keluhan warga yang ada di kelurahan Maliaro, disebabkan pipa yang kosong kemudian disuplay air dengan tekanan yang kuat, maka pastinya akan ikut terganggu pada pendistribusian air. Selain itu juga ada kendala pada reserver 1 yang terletak di Skep dan reserver 2 yang ada di Maliaro bawah dan 1 lagi di Moya bagian atas mengalami kerusakan yang diakibatkan bebannya sangat tinggi.

“Makanya debit air berkurang, sehingga kami mengambil langkah dengan rasionalisasi distribusi dengan cara buka tutup dan Alhamdulilah bisa jalan dengan normal tadi malam,” jelas Thamrin.

Untuk puncak penggunaan selama bulan ramadhan, sambungnya, terjadi pada pukul 2 siang hingga pukul 9 malam.

“Jadi masalah seperti ini yang perlu kita rasionalisasikan,” pungkasnya. (NT)