Beranda Komunitas KAPSETI, Merawat Tradisi Lewat Seni

KAPSETI, Merawat Tradisi Lewat Seni

1284
0
BAGIKAN
Latihan menari gala yang dilakukan Komunitas Peduli Seni Budaya Ternate Indonesia di Benteng Oranje

Gamalamanews.com-TERNATE, Siang itu sabtu (15/07/17) di sebuah benteng peninggalan bangsa Portugis yang berdiri kokoh di Kelurahan Gamalama Kota Ternate Tengah.

Meski terik matahari menyapa sejumlah anak-anak yang datang ke sana. Semangat belajar seolah tak surut. Beruntung latihan kali ini di adakan di dalam ruangan tepat di sisi selatan Benteng Oranje.

Wati, salah satu pelatih tari yang sedang melatih penari cilik

Perlengkapan tarian sudah siap, pelatih tarian pun tak mau kalah semangat dari anak didiknya.
Tak lama kemudian terdengar alunan musik.
Hentakan musik Tarian Gala pun bergema, serentak penari cilik pun sibuk mengayunkan jari jemarinya.

Ada sisi romatis yang dijaga dalam tarian ini. Penarinya harus sepasang, perempuan dan laki-laki. Gerakan penari wanita lemah gemulai serasa pas beradu dengan gerakan penari cilik lelaki yang riang.

Dulu, tarian ini bawakan pada saat pesta para darah biru di Ternate. katanya, tarian ini adalah tarian mencari jodoh.

Benteng Oranje

Puluhan mata yang menyaksikan gerak gemulai Tarian Gala mulai terhipnotis. Terbawa dengan gerakan gemulai sekaligus lincah khas Tarian Gala.

Menurut Ketua KAPSETI, Muhlis Kamarullah, “Didalam Tarian Gala, ada nilai-nilai kasih sayang, ada hubungan antara manusia dan manusia, alam dan kehidupan, saat ini tarian Gala sering ditampilkan saat menyambut tamu yang datang”, tuturnya.

Latihan seni yang dilaksanakan oleh Komunitas Peduli Seni Ternate Indonesia (KAPSETI) di Benteng Oranje, bukan tanpa maksud.

Ko is asik membimbing salah satu anak memukul tifa, alat musik tradisional khas Ternate

Mereka, adalah salah satu dari sekian banyak penggiat seni yang gelisah saat tarian, permainan anak tradisional, doroisa atau syair dalam bahasa Ternate, cum-cum atau cerita khas Ternate mulai ditinggalkan pewarisnya.

Tujuannya hanya satu, para generasi muda di Kota Ternate, tak lupa akan warisan budaya khas daerahnya.

Bob,  pelatih alat musik tradisional yang sedang melatih anak-anak menabuh tifa

Menurut Abdu Soleman, sekretaris KAPSETI, “kita di sini berlatih selama tiga jam, dalam tiga jam itu, kita latihan kesenian diantaranya, menari, menabuh alat musik, permainan tradisional anak yang mulai punah, sasra, dan masih banyak lagi yang semuanya khas budaya Ternate. Selain itu, selama kegiatan berlangsung, kita tidak ijinkan anak-anak memegang Hp”, tutur lelaki berputar dua itu.

Usai berlatih tarian, alat musik dan permainan tradisional, anak-anak diberi wejangan betapa pentingnya memelihara adat budaya dan kesenian daerah

Lanjutnya, Latihan ini untuk sementara dilaksanakan seminggu sekali. “Kita didukung tenaga pelatih dari berbagai basic kesenian, ada yang melatih tari, puisi, dan alat musik bahkan melukis. Semua pelatih adalah orang asli Ternate” jelas dia.

Istimewanya, diantara pelatih yang datang, ada seorang lelaki bernama Idrus atau kerap disapa om idrus, warga Kelurahan Kulaba Kecamatan Ternate Utara itu berumur 65 tahun. Terlihat ia begitu sabar melatih anak-anak memainkan salah satu alat musik tradisioanal .

Om Idrus, salah satu pelatih alat musik tradisional yang sabar melatih anak-anak

Abdu Soleman berharap, tempat ini (Benteng Oranje-red) bisa menjadi media berkumpulnya seniman se Maluku Utara. “Ini tempat yang sangat bagus untuk kita jadikan tempat berkumpulnya para seniman, kita bisa bertukar ide, berbagi pengalaman, dan tentunya memelihara adat budaya seatorang” pungkasnya.

Usai berlatih tarian, para anak didik di ajarkan bermain permainan tradisional merdeka pusa

Di jaman yang serba moderen ini, ide Komunitas Peduli Seni Budaya Ternate Indonesia (KAPSETI) melestarikan budaya lewat seni perlu diacungi jempol. Tak hanya melestarikan seni budaya yang sudah ada, mereka bertekad membangkitkan seni budaya khas Ternate yang nyaris punah. (Wit)