Beranda Halmahera Selatan Tema RKPD 2018 Mengarah pada Perubahan Wajah Ibu Kota

Tema RKPD 2018 Mengarah pada Perubahan Wajah Ibu Kota

450
0
BAGIKAN

Gamalamanews.com – LABUHA, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan fokus utama bagi pemerintah daerah di setiap kabupaten kota maupun provinsi.

Di tahun 2018 nanti, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, menargetkan akan membangun sejumlah sarana infrastruktur penunjang untuk kesejahteraan masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga ibukota kabupaten.

Kepala Badan perencanaan pembangunan daerah, DauD Jubedi, menyampaikan, di tahun 2018, pemerintah daerah kabupaten Halmahera selatan, berkonsentarasi full untuk merubah wajah ibu kota kabupaten.

Sedangkan Camat dan kepala desa berkonsentarasi, untuk pembangunan tingkat bawah, hal tersebut dilakukan sesuai dengan RKPD ditahun 2018 yang mengarah pada perubahan wajah ibu kota kabupaten dan wilayah kecamatan mengarah pada ibu kota kecamatan.

“Itu sudah ada peraturan bupati, jadi tetap kita konsisten untuk menjalankan pagu indikatif kecamatan, karena dengan adanya pagu indikatif kecamatan, ini sangat terkait dengan tema RKPD di tahun 2018 yang mengarah pada perubahan wajah ibu kota.” ungkapnya dalam pertemuan bersama Komunitas Wartawan Halsel (KJH), di Kantor Bappeda Halsel.

Untuk itu, lanjut Daud, desa-desa yang sudah memiliki anggran ADD, maupun DD dan kecamatan yang sudah punya pagu indikatif kecamatan pada 2018 nanti, akan berkonsentarasi untuk mendorong pembangunan di level bawah sedangkan pemerintah kabupaten akan berkonsentarasi full untuk pembangun di ibu kota kabupaten.

“Jadi pagu indikatif kecamatan ini juga di dorong untuk perubahan ibu kota kecamatan, selain desa karena semua itu sudah masuk dalam dasa cita, yang targenya harus tercapai di setiap tahun”, jelasnya.

Daud juga mengatakan, Bupati Halmahera Selatan, sudah mengarahkan di Tahun 2018 nanti, harus berkonsentarasi untuk merubah ibu kota kabupaten dan ibu kota kecamatan disamping itu, berbagi sektor sektor harus di dorong untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Daud pun menyampaikan, Dalam draf rencana tata ruang, yang nantinya akan diperdakan tahun ini, Kota Bacan dapat dibagi menjadi lima bagian wilayah kota (BWK) yakni, Kota Mina Politan City, Sentral Bisnis Listrik, Kota Mereng City, Anggo Politan, dan Kota Pusaka, saat ini menjadi fokus utama adalah mendorong, Kota Mina Politan city yang berada di kawasan Panamboang yang terintegrasi dengan kawasan sentral bisnis chiti, yang berada di daerah Labuha dan sekitarnya.

“Disana, pertama yang harus di
lakukan adalah menyelesaikan pekerjaan jalan pantai dan diperlebar, hingga ke kawasan Amasing Varat, dan beberapa anjungan yang akan dibangun di pantai sebagai konsekwensi untuk mendorong Water City kemudian pembangunan lanjutan Kadaton Kesultanan Bacan, bukan hanya itu, pembangunan kantor bupati baru, pembangunan kantor DPRD baru, dan Pembangunan Mesjid Raya Halmahera Selatan. Inilah yang menjadi fokus utama,” terangnya.

Lanjutnya, “Selain itu, telah dilakukan perencanaan pembangunan kanal untuk pengalihan Kali Inggoi, yang akan membelah jalan dua jalur yang berada di kawasan SPBU dan kantor perhubungan, sekitar 30 meter lebarnya, untuk keluar di Jembatan Habibi, dan penataan kawasan kuliner dan pusat kota, semua itu sudah didorong di tahun 2018,” jelasnya.(Raja)