Beranda Halmahera Selatan AI Minta Kajati Copot Kajari Halsel

AI Minta Kajati Copot Kajari Halsel

453
0
BAGIKAN
Ketua Aliansi Indonesia (AI) Sarjan Talib

LABUHA – Hingga kini Sejumlah kasus dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang dilaporkan warga ke Kejaksaan negeri (Kejari) Labuha tak kunjung tuntas bahkan berlabuh dimeja penyidik Kejari Halsel. Sebut saja kasus pembangunan fisik 20 mandi cucu kaki (MCK) desa Indari kecamatan Bacan Barat, kasus desa Pelita serta beberapa desa lainnya, hal ini mencerminkan kinerja Kejari Halsel memprihatinkan.

Demikian yang disampaikan Ketua Aliansi Indonesia (AI) Sarjan Talib kepada wartawan Selasa (14/08/2018) via telepon genggam.
Ditegaskan Sarjan, kondisi tersebut membuat publik menyatakan mosi tak percaya terhadap kinerja Kejari Halsel.

“Kami desak Kejati copot Kajari Halsel Cristian Ratu Anik sebab hingga kini laporan warga mengenai penyelewengan sejumlah anggaran desa prosesnya mandek”, tegasnya.

Ia menambahkan, contohnya kasus Desa Indari, bukan hanya MCK bermasalah namun Rastra juga bermasalah.

“Yang paling nampak itu kasus desa Indari, pembangunan fisik serta non fisik bermasalah, laporan masuk namun hingga kini mandek ada apa dengan Kejari Halsel”, kesalnya.

Masih kata Sarjan, pintu masuk kasus penyelewengan melalui Kasi Intel namun hingga kini jabatan tersebut masih kosong.

“Pernyataan kasi Pidsus Bapak Baskoro yang mengatakan 3 kursi kosong, paska ditinggalkan pejabat terdahulu, seharusnya langsung dilakukan pergantian guna mempercepat sejumlah kasus tersebut bukan malah diendapkan. Ini bentuk mosi tak percaya publik terhadap Kinerja Kejari Halsel”, ujarnya.

Ia mengancam jika dalam waktu dekat kasus tersebut tak juga ditindaklanjuti pihaknya akan melakukan aksi demo besar-besaran mendesak Kajari Halsel dicopot.(Raja)