Beranda Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD Pulau Morotai 

Sherly Tjoanda Laos, Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD Pulau Morotai 

740
0
BAGIKAN

MOROTAI – Ketua bunda PAUD Provinsi Maluku Utara (Malut) Hj. Faoniah Hi. Djaohar Hi Abdul Gani Kasuba, istri Gubernur Malut bersama rombongan pengurus wilayah himpunan, Sabtu (15/12) bertempat di ruang aula kantor bupati, melakukan pengukuhan terhadap ketua tim pengerak PKK Morotai, Sherly Tjoanda Laos, sebagai bunda PAUD pulau Morotai periode 2017-2021.

Selain itu, Himpunan PAUD Provinsi Malut juga melantik pengurus daerah Himpunan PAUD Kabaupaten Pulau Morotai, serta bunda PAUD Morotai mengukuhkan bunda PAUD di lima Kecamatan se Kabupaten Pulau Morotai.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pulau Morotai, Hi Asrun Padoma, Forkompimda, Organisasi perempuan se Morotai, serta para pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.

Ketua bunda PAUD Provinsi Malut, Hj Faoniah mengungkapkan, ”Anak usia dini adalah fondasi bangsa. Sehingga pendidikan mereka merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, keluarga, bunda PAUD Provinsi, Kabupaten, hingga bunda PAUD Kecamatan punya tanggung jawab bersama.”

Ini memiliki implikasi logis terhadap harapan dukungan prasaranan oleh pemerintah daerah kabupaten Pulau Morotai.

Sementara, Wakil Bupati Pulau Morotai, Hi Asrun Padoma menyambut gembira pelantikan Bunda PAUD Morotai. Dalam sambutan menjelaskan, ”Saat ini di Kabupaten Pulau Morotai telah berdiri sebanyak 69 lembaga pendidikan anak usia dini. Dengan total pendidik dan tenaga kependidikan berjumlah
308 orang. Dari total lembaga yang ada, diantaranya 39% berada di Kecamatan Morotai Selatan, 20% di Kecamatan Morselbar, 16% di Morotai Utara, 15% di Kecamatan Morotai Jaya, dan 10% di kecamatan Morotai Timur, dan saat ini masih terjadi konsentrasi di satu titik,” terangnya.

Namun fakta itu sejalan dengan perbandingan rasio anak di usia 0-7 tahun di masing-masing Kecamatan. Sehingga yang menjadi persoalan, kita belum memiliki lembaga pendidikan anak usia dini di setiap Desa. Sebagaimana yang kita ketahui, Morotai memiliki 88 desa yang tersebar di lima kecamatan.

”Artinya PAUD belum menjangkau seluruh desa. Oleh sebab itu, kedepan kita akan mengupayakan, minimal berdiri satu PAUD di setiap Desa,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Wakil juga mengapresi kegiatan bunda PAUD, dan seluruh pendidik serta tenaga kependidikan anak usia dini. Yang telah jauh-jauh hari memulai aktivitas mulia, yaitu memberi edukasi meski di tengah keterbatasan, dan saya berharap agar pola asuh, maupun pola pengajaran di satuan pendidikan anak usia dini, bisa dimodernisasi, beradaptasi mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena menurutnya, Di era disrupsi dan revolusi industri 4,0 ini, kita dituntut menyesuaikan pola mendidikan ala milenial. Sebab, dari 2.756 peserta didik anak usia dini adalah generasi Alfa. Yang merupakan kelanjutan dari generasi Y dan Z. Perilaku mereka akan banyak dipengaruhi oleh konten-konten gawai. Sehingga di hadapan undangan yang didominasi pendidik PAUD, Saya berharap untuk menuntun perilaku anak-anak itu ke arah yang positif,” harapannya.

Terpisah, Istri orang nomor satu di Morotai Sherly Tjoanda Lao, yang juga ketua bunda PAUD Pulau Morotai mengatakan, ”Selama mendampingi kepemimpinan Bupati di Morotai, kami banyak memberi perhatian pada persoalan pendidikan dan kesehatan. Dengan memanfaatkan sinergi dan koordinasi lintas sektor, dan perhatian itu terwujud ke dalam ragam bentuk kegiatan.

”Karena belum lama ini kami mengkampanyekan “Gemar Makan Ikan” di taman kota Daruba,” ucapnya.
Lanjutnya,  “Dalam kegiatan tersebut, Kami Bukan mengajari cara memakan ikan, tetapi mengedukasi agar masyarakat memahami manfaat makan ikan untuk kesehatan” tambahnya.

Terkait dukungan materil, Ibu Bupati juga menjanjikan, bahwa rencana program dan kegiatan PAUD di tahun 2019 nanti. Pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini di Kabupaten Pulau Morotai, akan mendapat insentif. Disamping itu juga, akan diadakan penambahan sarana bermain, juga prasarana gedung PAUD,” janjinya.

Sementara, kedatangan Ibu Gubernur Malut bersama rombongan selain melantik pengurus daerah Himpaudi, serta mengukuhkan ibunda PAUD Morotai. Mereka juga mengelar sejumlah kegiatan, yakni kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H / 2018 M bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Pulau Morotai, di masjid Nurul Iman Desa Gotalamo kecamatan Morsel, dan Gebyar Himpaudi, senam pagi bersama di anak anak Paud se-kabupaten pulau Morotai, Minggu (16/12) bertempat di taman kota Daruba.(Ical)