Beranda Maluku Utara Bermitra dengan LSM, Lurah Tomalou buat Terobosan Baru Penanganan Sampah

Bermitra dengan LSM, Lurah Tomalou buat Terobosan Baru Penanganan Sampah

505
0
BAGIKAN

TIDORE KEPULAUAN – Pemerintah Kelurahan Tomalou yang dinahkodai Ishak Lukman melakukan terobosan baru dalam hal menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah. Terobosan yang dimaksud itu, yakni melakukan kerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerbong Desa, terkait penanganan sampah rumah tangga di kelurahan Tomalou, kecamatan Tidore Selatan, kota Tidore Kepulauan.

Lurah Tomalou, Ishak Lukman kepada Gamalamanews.com di pantai Tugulufa Tidore pada Selasa, 18 Desember 2018 mengatakan bahwa, program yang dijalankan di kelurahan Tomalou itu sesuai dengan visi dan misinya. Dimana, menciptakan lingkungan di kelurahan Tomalaou yang bersih dan bebas dari pencemaran lingkungan.

“Jadi saya mitra dengan LSM Gerbong Desa ini terus ada bentuk lagi dua unit kelembagaan yang satu diketuai oleh pak Husni, menyangkut dengan penanganan sampah, dan satunya lagi di ketuai oleh pak Hamid Jafar untuk Bank Sampah,” kata Ishak.

Dikatakan juga, program tersebut sudah dijalankan oleh pihaknya bersama dengan LSM Gerbong Desa selama kurang lebih satu minggu kemarin.

“Kami sudah laksanakan sekitar satu minggu kemarin dan ini sudah menjadi kesan khusus dari masyarakat,” tuturnya.

Walau sudah berjalan dan mendapat respon baik dari masyarakat, pihaknya bersama dengan LSM Gerbong Desa masih memiliki banyak kesulitan, karena kurangnya sarana prasarana dalam mengangkut dan menampung sampah. Sebab saat ini, pihaknya bersama dengan LSM Gerbong Desa baru mendapatkan satu bantuan paket berupa kendaraan pengangkut sampah bermerk Viar serta satu kontainer sebagai tempat pembuangan sampah sementara.

“Jadi masih ada kurang sarana dan prasarana, sehingga kami butuh sering dengan DLH baik di kota maupun di provinsi. Untuk bisa menunjang program yang kami buat,” akunya.

Sedangkan untuk mempermudah masyarakat membuang sampah ke kontainer, kata Lurah, pihaknya bersama dengan LSM Gerbong Desa melakukan pola pelayanan berupa jemput sampah ke rumah warga dengan menggunakan viar. Kemudian ditampung di kontener sebagai tempat pembuangan sementara, lalu pihak DLH mengangkut sampah yang ditampung itu ketempat pembuangan akhir.

“Jadi dua hari sekali dari DLH langsung angkat untuk ke tempat pembuangan akhir,” pungkasnya.

Ditanya soal retribusi sampah, dirinya mengatakan, setiap rumah ditarik retribusi sebesar Rp 2500 dan dibayar pada saat pengangkutan sampah di rumah. Angka tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama dengan masyarakat.

Dirinya pun menghimbau agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke laut maupun ke tempat lainnya, agar lingkungan di kelurahan Tomalou tetap bersih dari sampah.

Sementara itu, ketua LSM Gerbong Desa, Abd Gani, dikesempatan yang sama mengatakan bahwa, LSM Gerbong Desa ini lingkupnya adalah kota Tidore Kepulauan hanya saja kedudukannya di Tomalou. Dan terkait dengan pembentukannya ini, dasarnya adalah pemberdayaan masyarakat.

Soal penanganan sampah, kata Gani, tidak seharusnya kita bebankan tanggung jawab semua ke pemerintah. Sebab bagimana pun pemerintah masih punya keterbatasan.

“Oleh karena itu kami bekerja sama dengan pemerintah kelurahan dan bermitra dengan DLH untuk bagimana membantu masyarakat. Karena program pak lurah di Tomalou ini kan dia melarang masyarakat untuk tidak lagi buang sampah ke laut. Sehingga kita bersama dengan pihak kelurahan mencari alternatifnya,” tuturnya.

Pihaknya bersama dengan pemerintah kelurahan kemudian membuat terobosan berupa penanganan sampah sekaligus membuka Bank Sampah di Tomalou.

Disamping itu, kata dia, langkah penanganan Sampah yang dilakukan tersebut, selain merupakan bagian dari mempermudah masyarakat, diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru guna mengurangi angka pengangguran di kota Tidore Kepulauan.

“Tujuannya untuk mempermudah, dan bisa membuka lapangan kerja. Target kita itu angka 20 orang tenaga kerja yang kita serap. Agar supaya bisa membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya. (SS)