Beranda Hukrim Ngopi Bareng Sahabat Bhayangkara, Ditsamapta Tegaskan Perangi Berita Hoax

Ngopi Bareng Sahabat Bhayangkara, Ditsamapta Tegaskan Perangi Berita Hoax

242
0
BAGIKAN

TERNATE – Jelang pemilihan umum (Pemilu) calon presiden (Capres) dan calon legislatif (Caleg) tahun 2018, dihantui beredarnya berita hoax yang berdampak buruk bagi masyarakat khususnya di Maluku Utara (Malut),

Ditsamapta Polda Malut Kombes Pol Iwan Imam Susilo, dalam kegiatan ngopi bareng sahabat Bhayangkara yang diselenggarakn dengan melibatkan wartawan liputan hukum dan kriminal (Hukrim) mengambil tajuk, Bacarita Kamtibmas Pileg dan Pilpres. Dalam acara tersebut,   Ditsamapta menegaskan, terus berupaya melakukan pencegahan konten hoax, dalam  menghadapi Pileg dan Pilpres Tahun 2019,

Kegiatan Ngopi bareng Sahabat Bhayangkara yang diselenggarakan di Resto and Caffe Dapur Ria, kelurahan tanah tinggi itu, dihadiri langsung Ditsamapta Polda Malut, Kapolres kota Ternate, Kapenrem 152/Babullah Akademisi UMMU, ketua Bawaslu kota Ternate, personil WSW Manis, serta seluruh perwakilan OKP di kota Ternate.

Ditsamapta Polda Malut Kombes Pol Iwan Imam Susilo, usai kegiatan mengatakan, untuk persoalan  hoax, merupakan persoalan yang sangat serius.

“Jelang Pileg dan Pilpres ini dengan munculnya berbagai media baru yang menjamur yang tidak masuk dalam rangkaian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atau Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) khususnya di Maluku Utara, maka akan lebih teliti lagi untuk pemberitaan,” kata Imam Sabtu (26/01).

Untuk itu kata Imam, langkah yang akan di lakukan Ditsamapta Polda Malut ada empat poin, jelang Pileg dan Pilpres ini, “Perlu duduk bersama, perlu dilakukan identifikasi, dan evaluasi terhadap keberadaan sebar isu hoax serta melakukan langkah aktif antisipasi,” jelasnya.

Imam menuturkan, “Hal ini penting jika di Malut, terdapat banyak provokasi berita Hoax, tentu langkah kepolisian sendiri melakukan langkah aktif, yang sudah dilakukan dalam sekmen giat pelaksanaan tugas kepolisian”.

“Ditsamapta Polda Malut telah mengadakan program-program untuk dapat mengajak masyarakat, memerangi berita hoax dan waspada dampak yang  ditimbulkan, maka untuk sama-sama bisa memerangi isu berita hoax yang telah beredar dengan cara yang telah diberitahukan,” katanya lagi.

Imam menambahkan, untuk bisa perangi isu hoax, pihak kepolisian, telah banyak lakukan sosialisasi tentu ini juga banyak peran media agar bisa mensiarkan berita yang benar, agar bisa sampai juga ke pelosok-pelosok di Malut dari hasil sosialisasi atau giat kepolisian.

“Sosialisasi kepolisian harus dibantu wartawan, untuk mengekspos beritanya sehingga masyarakat tahu sosialisasinya,” harapnya.

Imam juga menambahkan, dari program dialog seperti ini, akan terus ditindak lanjut polres-polres jajaran di Malut sehingga dilakukan dialog komponen yang ada pada wilayah masing-masing.

“Sehingga masyarakat tahu bagian dari Kamtibmas lebih penting, dan bisa diwujudkan bukan hanya kerja polisi, namun butuh peran aktif dari semua pihak untuk bisa mewujudkan Kamtibmas dan mewaspadai hoax hingga tidak terpecah belah nantinya,” tandasnya. (Ogan)