Beranda Maluku Utara Kepala DKP Morotai Sambangi Sejumlah Kelompok Koperasi Nelayan 

Kepala DKP Morotai Sambangi Sejumlah Kelompok Koperasi Nelayan 

453
0
BAGIKAN
Kepala DKP Pulau Morotai dan Kabag Humas foto bersama dengan nelayan Desa Sangowo Timur, Morotai

MOROTAI – Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai, Suriani Antarani, Kamis (31/01) menyambangi sejumlah kelompok koperasi nelayan yang ada di beberapa Desa di Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) dan Kecamatan Morotai Timur (Mortim).

Hal ini dilakukan dalam rangka memantau Kualitas pendapatan masyarakat di sektor perikanan dan kelautan yang ada di Pulau Morotai.

Kepala Pulau Morotai, Suriani Antarani, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, Kehadiran pihaknya di sejumlah koperasi di bawah naungan Pemda itu untuk memantau dan melihat langsung hasil yang didapatkan oleh nelayan.

“Jadi kita turun ini dalam rangka melihat jumlah produksi yang ada, dan dari hasil pantauan di tiga koperasi soal pendapatan nelayan itu cukup meningkat, dan mereka sangat bersyukur dengan kehadiran SKPT di pulau morotai, karena sangat menunjang pendapatan nelayan di morotai dan sangat menunjang PAD morotai. Buktinya di tahun 2018 PAD yang di targetkan oleh DKP sendiri senilai Rp 1,72 Miliar tetapi kami bisa capai melebihi dari target Rp 1,77 Miliar. Ini artinya bahwa kehadiran SKPT sangat menunjang pendapatan nelayan dan daerah,” ungkap Kadis.

Begitu juga dengan ekspor ikan saat ini sudah tersedia 5 kontainer yang siap di ekspor, hanya saja terkendala pada kapal tol laut. Kalau kapal tol laut lancar maka ekspor pun akan lancar, karena produksi kita selalu siap, hanya saja terkendala di kapal. Tapi kita berencana akan membawa ikan ke Ternate lewat Tobelo menggunakan mobil termoking,” jelas Kadis.

Ia juga mengatakan, “Hal ini dilakukan karena kapasitas penampungan di SKPT masih terbatas, sedangkan produksi ikan dari nelayan lancar. Tapi dengan adanya SKPT di pulau Morotai sangat menunjang PAD di pulau morotai dan pendapatan nelayan Morotai,” terang Kadis.

Sementara, Ketua Koperasi nelayan desa Daeo Induk, Ismul Pinang, Ketika di konfirmasi menyatakan, Kehadiran SKPT di pulau Morotai sangat membantu para nelayan di Morotai khususnya di desa Daeo, karena dapat menunjang operasional nelayan di morotai.

“SKPT itu sangat menunjang baik dari segi pelayanan es batu, dan kami juga sangat bersyukur dan berharap agar kehadiran SKPT ini dapat membantu masyarakat morotai untuk menyekolahkan anaknya. Bayangkan saja satu koperasi dapat memproduksi Ikan dalam sebulan 5-6 ton, itu berarti produksi tuna di morotai sangat besar yang di kelolah oleh SKPT,” jelas Ismul.

Ketika disentil terkait dengan armada, dirinya mengaku bahwa. Desa Daeo Induk sendiri terdapat kendala yang dialami oleh masyarakat nelayan, yaitu kurangnya kesediaan armada. Di Desa Daeo Induk terdapat 42 orang nelayan, sementara kesedian armadanya hanya 9 unit, sehingga sebagain besar nelayan tidak bisa beroperasi,” ujar Ismul.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Koperasi Samudera Pasifik Bangkit Desa Sambiki Mohdar Lalopa, dan Ketua Koperasi Tuna Karya Bangkit Desa Sangowo Timur Fadli Djaguna.

”Kendala yang dialami oleh koperasi atau pun nelayan itu adalah ketersediaan armada yang masih minim. Sementara untuk hal-hal lain semacam proses distribusi, kesediaan es batu., pendapatan nelayan. Itu setelah hadirnya SKPT lebih menguntungkan kami. Koperasi yang sekarang ini sangat bersyukur karena disamping memudahkan nelayan, kehadiran SKPT juga memberikan sumbangsih ke daerah,” ungkapnya.

“Untuk proses pelayan dari SKPT itu lebih efektif misalnya dalam penjual es juga sangat menguntungkan, 1 minggu bisa menghasilkan 1 ton. Untuk penjualan ada dua sisi, yakni yang memakai bantuan Kementerian itu masuknya ke kas desa. Sedangakan yang memakai alat pribadi itu masuk di koperasi di bawa naungan Pemda,”terang Fadli.

Fadli, lantas berharap agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah lebih memperhatikan koperasi yang berada di bawah naungannya, karena koperasi tersebut sangat menunjang PAD pulau Norotai.

”Pendistribusian bantuan oleh Pemda harus full kepada semua koperasi, dan kementerian juga harus jeli untuk mengidentifikasi ke lapangan, agar bantuannya bisa terserap di semua nelayan,” harapnya. (Ical)