Beranda Maluku Utara Si Jago Merah Mengamuk, Toko Sembako Ludes

Si Jago Merah Mengamuk, Toko Sembako Ludes

399
0
BAGIKAN
Rumah sekaligus toko yang terbakar. (Foto: Istimewa)

MOROTAI – Peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Morotai, dialami Hamdan La Hatamu (25), warga Desa Kenari Kecamatan Morotai Utara. Rumah sekaligus tempatnya mencari nafkah terbakar. Kejadian tersebut terjadi, Senin (11/11/2019) sekitar pukul 08.30 waktu Indonesia timur.

Salah satu saksi mata yang juga warga setempat, Rahman, saat dikonfirmasi mengatakan, saat itu dirinya hendak membeli beras di toko tersebut, pada saat membayar tiba-tiba dirinya melihat percikan api, kemudian keluar dari toko dan melihat dari atap toko, api sudah mulai menyebar.

”Karena api sudah mulai menyebar saya langsung berteriak untuk memanggil warga setempat bahwa ada kebakaran, lalu pemilik toko bersama keluarganya langsung lari menyelamatkan diri,” terang Rahman.

Sementara itu pemilik rumah, Hamdin La Hatamu bersama istrinya Fahima Jamrud (22), seorang balita dan 2 orang saudaranya yang sedang berada dilantai satu, saat mendengar teriakan dari luar, langsung menyelamatkan diri. Beruntung, mereka sempat mengamankan surat-surat berharga dan harta benda lainnya.

Rumah yang terbuat dari kayu, membuat api merembet dengan cepat, ditambah lagi tidak ada mobil pemadam kebakaran sehingga warga bersama TNI dan Polri bersama-sama melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Kapolsek Morotai Utara, IPDA Surahman saat memberikan keterangan, Senin (11/11/2019) mengatakan kebakaran berawal dari lantai 2 toko tersebut. Diduga akibat arus pendek.

Kapolsek juga menambahkan, bahwa pemadaman api dilakukan oleh anggota TNI dan Polri, dibantu oleh warga sekitar, api baru padam sekitar pukul 09.30 waktu Indonesia timur.

“Begitu kami dengar informasi, anggota langsung bergegas ke TKP dan langsung melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya yang dibantu oleh warga sekitar,” tandasnya.

Sementara, meski tak ada korban jiwa, kejadian tersebut membuat pemilik toko mengalami kerugian material sekitar Rp 100 juta. (Ical)