Beranda Maluku Utara Rabu Pekan Ini, Pemda Morotai Berikan Bantuan Sebanyak 15,5 Ton Beras Kepada...

Rabu Pekan Ini, Pemda Morotai Berikan Bantuan Sebanyak 15,5 Ton Beras Kepada Korban Banjir

239
0
BAGIKAN
Kadinsos Pulau Morotai Ansar Tibu. (Foto: Istimewa)

MOROTAI – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, akan melakukan penyerahan bantuan pada Rabu tanggal 22 Januari 2020 kepada masyarakat (korban banjir) yang berada di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Mortim, Morut dan Morja.

”Ketiga kecamatan yang nantinya diberikan bantuan oleh Pemda Morotai itu hanya beras sebanyak 15,5 ton,” ucap Kadinsos Pulau Morotai Ansar Tibu, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kantornya, Senin (20/1).

Menurutnya, sebanyak 15,5 ton beras bantuan yang akan diberikan ke korban banjir itu karena saat ini berasnya sudah ada di Bulog Tobelo.

”Jadi mudah-mudahan besok kami sudah sudah kembali dan hari Rabu kami sudah lakukan pendistribusian,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Pulau Morotai, Kusnadi Fonae, saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, bantuan yang nantinya diserahkan oleh Pemda Morotai melalui Dinsos setempat kepada warga yang terkena banjir itu sebanyak 695 KK di 13 desa yang ada di tiga kecamatan, diantaranya Kecamatan Mortim dlDesa Sangowo Barat 50 KK, Desa Rahmat 9 KK dan Desa Lifao 10 KK, kemudian Kecamatan Morut Desa Tawakali 8 KK, Desa Leleo Jaya 216 KK, Desa Sakita 138 KK, Desa Tanjung Saleh 6 KK, Desa Kenari 56 KK, Desa Bere-bere 54 KK, Desa Maba 14 KK dan Desa Lusuo 48 KK. Sementara untuk Kecamatan Morja Desa Sopi 62 KK dan Desa Sopi Majiko 23 KK,” terangnya.

Pihaknya juga menjelaskan soal bantuan uang yang diberikan oleh BNPB pusat, senilai Rp 250 juta.

“Untuk bantuan dana siap pakai itu, saat ini belum ada di kami. Karena harus dimasukkan proposal dulu baru mereka (BPNB) melakukan transfer ke kami, dan saat ini proposalnya sudah dimasukan ke BNPB pusat. Jadi kami tinggal menunggu mereka transfer,” akunya.

Dikatakan, dana siap pakai yang nantinya mereka transfer itu diperuntukkan untuk pembayaran pekerjaan normalisasi sejumlah sungai, yang sudah dikerjakan oleh Dinas PU-PR sejak dua minggu lalu, dan sisanya untuk pembayaran sembako yang sudah diserahkan di desa Sopi Majiko.

”Jadi sisa dana itu kami bayar sembako di salah satu toko yang kami ambil bahan sembako, karena bantuan sembako yang kami ambil itu belum dibayar, sehingga kami menunggu dana itu di transfer baru dilakukan penyesuaian,” tuturnya. (Ical)