Beranda Maluku Utara Pemakaman Dengan Protap COVID-19 Dilakukan Untuk Antisipasi Penyebaran COVID-19

Pemakaman Dengan Protap COVID-19 Dilakukan Untuk Antisipasi Penyebaran COVID-19

311
0
BAGIKAN
Jubir Gustu Kota Ternate, dr. Muhammad Saggaf.

TERNATE – Semenjak adanya pasien COVID-19 yang meninggal, hingga saat ini banyak masyarakat yang bertanya-tanya penyebab kematian para pasien. Keluhan masyarakat dimana pasien yang meninggal bukanlah disebabkan oleh virus Corona melainkan penyakit lainnya, sehingga kepercayaan masyarakat dengan adanya Corona sangatlah minim.

Dijelaskan oleh dr. Muhammad Saggaf yang juga selaku Juru bicara (Jubir)  Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Ternate pada Minggu (31/5) menjelaskan, dari semua pasien COVID-19 yang meninggal sebagian besar memang memiliki riwayat penyakit bawaan atau penyerta. Bahkan untuk pasien yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes pasti akan mengarah kepada penyakit paru-paru.

Dijelaskannya, bahwa Corona Virus Desease (COVID) itu jenis baru virus ini masih ada turunan family dengan Co-Sars dan Co-Mers, situasi yang terjadi di kota Ternate, dimana penderita yang masuk ke rumah sakit memang ada riwayat penyakit penyerta seperti penyakit Jantung, DM (Penyakit Gula), darah tinggi, gagal ginjal, TBC, PPOK, Kanker dan lainnya, dimana penyakit ini adalah pintu masuk penularan yang sebagian besar memperburuk kondisi dari pasien-pasien itu sendiri. Dirinya mengatakan dengan munculnya gejala-gejala yang mengarah ke COVID-19, maka harus dilakukan pemeriksaan TCM atau PCR dengan tujuan untuk memastikan gejala yang muncul dari riwayat penyakit komorbid yang secara langsung juga virus akan menyerang organ-organ tubuh dan virus corona dengan sendirinya.

Sehingga kata dia, dengan kasus tiap orang berbeda-beda, untuk itu ada pasien yang berstatus OTG, ODP dan PDP dan ketika hasil keluar terkonfirmasi positif.

“Karena kalau berbicara tentang complicate dari insiden riwayat penyakit sendiri bahwa salah satu penyakit seperti diabetes memang memiliki potensi terjadi gangguan-gangguan metabolik yang lain,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan bahwa kardiovaskuler atau gangguan jantung yang nanti menyebabkan dekompresi jantung yang tidak baik, sehingga itu juga mempengaruhi sirkulasi pernapasan di paru-paru.

Ketika ditanya kenapa pasien yang dinyatakan PDP meninggal sebelum hasil swab tes keluar kemudian dilakukan pemakaman sesuai protap COVID-19, dirinya menyebutkan hal itu dilakukan sebagai antisipasi penyebaran virus Corona. Pasalnya virus tersebut tak terlihat kasat mata dan siapa saja bisa terkonfirmasi bahkan tertular virus COVID-19, sehingga perlu adanya antisipasi dari kita semua. (Kara)