Beranda Maluku Utara Sekprov Malut: UMKM adalah tulang punggung perekonomian

Sekprov Malut: UMKM adalah tulang punggung perekonomian

176
0
BAGIKAN
Sekprov Malut, Ketua Dekranasda dan Kepala BI membeli Produk lokal pelaku usaha UMKM. (Foto: Hijrah)

TERNATE – Dalam rangka upaya meningkatkan dan mendorong bangkitnya UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional, Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara menggelar Open Ceremony Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Dalam gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dilaksanakan di Aula Maitara Bank BI itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Kuntu Daud, Ketua Dekranasda Maluku Utara Hj. Faoniah Jauhar Kasuba, Asisten II setda Provinsi Maluku utara Umar Sangadji, serta para pelaku Usaha UMKM di provinsi Maluku Utara, Rabu (03/03/21).

Dalam sambutan Gubernur Maluku Utara yang disampaikan Sekretaris Provinsi Malut, Samsudin A Kadir mengatakan UMKM adalah merupakan tulang punggung pergerakan perekonomian. Selain menghasilkan keuntungan bagi pemilik usaha, keberadaan UMKM juga membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan kondisi pandemik saat ini, kebijakan pembatasan aktifitas tentu sangat berdampak pada penurunan pendapatan UMKM secara keseluruhan termasuk UMKM.

“Saya atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi setiap langkah Bank Indonesia dalam rangka mendorong penguatan daya tahan UMKM yang ada khususnya di Maluku Utara,” ujar Sekprov.

Selain itu, sekprov juga mengajak kepada semua pihak untuk mensukseskan Gerakan Bangga Menggunakan Produk Indonesia dengan membeli dan menggunakan produk- produk lokal.

“Selain menghidupkan UMKM sebagai poros utama perekonomian masyarakat, kita juga turut berkontribusi dalam mempromosikan kekayaan alam dan budaya daerah lewat produk produk lokal yang kita gunakan. “Membeli dan menggunakan produk lokal adalah salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk memulihkan perekonomian bangsa,” ujar Sekprov.

Lanjut dalam sambutannya, Sekprov juga mengingatkan bahwa di era ekonomi digital, kita lebih dipermudah dalam melakukan transaksi melalui QRIS yang merupakan standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia yang telah diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

QRIS merupakan upaya standardisasi oleh Bank Indonesia untuk semua perusahaan yang memanfaatkan teknologi finansial (fintech) seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, dan lainnya. Pembayaran digital menggunakan scan QR Code dapat discan, dikenali atau dibaca oleh penyelenggara jasa sistem pembayaran.

“Tentu saja transaksi akan menjadi lebih mudah, cepat dan aman. Karena itu, Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan layanan kemudahan bertransaksi ini dengan baik,” himbau Sekprov.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jeffri Dwi Putra menyampaikan, bahwa Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional melalui pembukaan sektor-sektor ekonomi yang produktif dan aman, akselerasi stimulus fiskal mendorong penyaluran kredit perbankan baik dari sisi permintaan maupun penawaran, melanjutkan stimulus kebijakan moneter dan latorprudensial serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan.

“Sinergi kebijakan juga dikembangkan terkait pemberdayaan UMKM, pengembangan Pariwisata dan pengembangan ekonomi syaria. Ketiga pilar tersebut didukung juga dengan implementasi sistem pembayaran yang cepat, murah, aman dan mudah,” ujar kepala perwakilan BI Malut.

Selain itu, Jeffri juga mengatakan sebagai bentuk dukungan Bank Indonesia juga membuat fleksit-fleksit program yaitu karya kreatif Indonesia yaitu suatu exsebisi dari produk-produk unggulan UMKM binaan di seluruh kantor-kantor Bank Indonesia di seluruh Indonesia mulai hari ini hingga Oktober nanti.

Diakhir sambutannya Kepala Perwakilan bank Indonesia berharap kita semua bisa mencintai dan mengkonsumsi produk UMKM sebagai perwujudan bangga buatan Indonesia dan selanjutnya bisa menjadi obat bagi pemulihan ekonomi Nasional di masa pandemi.

Perlu diketahui bahwa disela-sela kegiatan tersebut juga diadakan Pameran Produk UMKM Lokal Maluku Utara. (HI)