Beranda Hukrim Halmahera Jadi Incaran Teroris Gantikan Basis Pelatihan Poso

Halmahera Jadi Incaran Teroris Gantikan Basis Pelatihan Poso

561
0
BAGIKAN

GN-Jakarta, Pulau Halmahera di Provinsi Maluku Utara diicar teroris Banten dan Bekasi, Jawa Barat untuk dijadikan sebagai basis pelatihan militer guna menggantikan Poso.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari terduga teroris yang diamankan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri ada rencana pemindahan pusat pelatihan teroris Poso.

“Rencananya memindahkan pusat pelatihan teroris dari Poso (Sulawesi Tengah) ke Halmahera,” kata Martinus di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Jumat (24/03).

Martinus mengatakan petugas masih mendalami keterangan dari para terduga teroris guna mengungkap rencana yang akan dilakukan termasuk jaringannya. Selanjutnya akan dipastikan rencana terduga teroris tersebut dengan mengecek langsung ke Halmahera yang disebutkan akan dijadikan kamp pelatihan.

Sebelumnya, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap delapan terduga teroris pada sejumlah daerah satu diantaranya tewas karena melawan petugas pada Kamis (23/3).

Kronologis penangkapan, sebagaimana disebutkan pihak kepolisian menangkap Suryadi Masud alias Abu Ridho ditangkap di Hotel Lafa Park Family Adventure Jalan Kampung Pesanggrahan Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi

Penangkapan berikutnya adalah terduga teroris bernama Bambang Eko Prasetyo atau BEP yang ditangkap di sebuah bengkel Jalan Aria Putra Serua Ciputat Kabupaten Tangerang Selatan.

Kemudian petugas mengembangkan penangkapan terhadap Mulyadi di Menes Pandeglang, Banten, dan terduga pelaku bernama Adi Jihadi di Kecamatan Pagelaran, Pandeglang, Banten.

Tim Densus juga menangkap empat orang terduga teroris di Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, termasuk seorang yang tewas terkena tembakan polisi.

Tiga terduga teroris yang diamankan adalah Achmad Supriyanto, Icuk Pamulang alias Icuk Warianto dan Ojid Abdul Majid. Abdul Majid diketahui menderita luka tembak pada bahu karena melawan petugas saat hendak ditangkap, serta terduga teroris yang tewas adalah Nanang Kosim.

(Antara)