Beranda Maluku Utara Ditengah Pandemi, Inflasi Kota Ternate Naik

Ditengah Pandemi, Inflasi Kota Ternate Naik

232
0
BAGIKAN
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Atas Parlindungan Lubis. (Foto: Istimewa)

TERNATE – Ditengah pendemi Covid-19 Inflasi kota Ternate naik 0,89 persen. Jika dibandingkan dengan April 2020 inflasi kota Ternate berada di angka 0,12 persen. Inflasi sebesar 0,89 persen tersebut meliputi makanan, minuman, tembakau dan pakaian.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Atas Parlindungan Lubis, ketika menyampaikan rilis resminya pada Rabu (3/6) kemarin menuturkan, pada Mei 2020, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,89 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,79.

Dari 90 kota IHK, 67 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Madiun dan Kota Tanjung Pinang sebesar 0,01 persen.

Sementara untuk deflasi tertinggi kata Lubis terjadi di Kota Luwuk sebesar 0,39 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Manado sebesar 0,01 persen.

Lubis juga menyampaikan untuk tingkat inflasi tahun kalender Mei 2020 (Mei 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 1,88 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2020 terhadap Mei 2019) sebesar 2,01 persen.

Untuk Mei 2020 kota Ternate mengalami inflasi pada empat kelompok pengeluaran, deflasi pada dua kelompok pengeluaran dan lima kelompok pengeluaran stagnan.

“Kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,08 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,53 persen, kelompok
perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen, kelompok transportasi sebesar 8,21 persen,” jelasnya.

Sedangkan untuk Kelompok yang mengalami deflasi kata Lubis yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen.

“Sementara kelompok perumahan, air,
listrik, dan bahan bakar lainnya kelompok kesehatan, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya, kelompok pendidikan serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran stagnan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ke empat kelompok yang mendorong terjadi inflasi ini merupakan, kebutuhan yang saat ini dibutuhkan di tengah Covid-19. Sementara kebutuhan kesehatan masih stagnan.

“Kelompok kesehatan pada Mei 2020 mengalami stagnan atau tidak terjadi perubahan indeks dari 103,12 pada April 2020 dan pada Mei 2020. Kelompok ini pada Mei 2020 memberikan andil/sumbangan inflasi Kota Ternate sebesar 0,00 persen,” tandasnya.

Dari empat sub kelompok pada kelompok ini, seluruh harga komoditasnya tidak mengalami perubahan harga. (Kara)